Paus Fransiskus Akan Kunjungi Kota Kelahiran Nabi Ibrahim di Irak

Oleh Tommy Kurnia pada 29 Jan 2021, 05:35 WIB
Diperbarui 29 Jan 2021, 05:58 WIB
FOTO: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Paskah Tanpa Jemaat
Perbesar
Paus Fransiskus menyampaikan pesan saat memimpin Misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2020). Paus mengatakan bahwa ketakutan orang-orang saat ini sama seperti ketakutan para pengikut Yesus sehari usai diri-Nya disalibkan. (Remo Casilli/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Vatikan - Paus Fransiskus akan berkunjung ke Irak pada Maret 2021. Ia dijadwalkan bertemu ulama top Syiah hingga datang ke kota Ur yang disebut sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim. 

Menurut laporan AFP, Jumat (29/1/2021), Paus Fransiskus rencananya akan datang ke Irak pada 5 hingga 8 Maret mendatang. Ini adalah kunjungan pertamanya ke Irak.

Paus akan mengadakan misa di Church of Our Lady of Salvation di Baghdad. Gereja itu merupakan saksi dari meninggalnya puluhan akibat serangan teroris di 2010.

Paus Fransiskus akan bertemu Ayatullah Agung Ali Sistani yang merupakan ulama Syiah berpengaruh di Irak. Setelah bertemu Sistani, Paus Fransiskus akan mengunjungi kota Ur yang disebut merupakan kelahiran Nabi Ibrahim.

Ia juga akan bertolak ke Mosul dan kawasan dataran Nineveh yang pernah dikuasai ISIS, serta mengunjungi ibu kota regional Kurdi di Arbil.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pertemuan dengan Ayatullah Agung Ali Sistani

FOTO: Basilika Santo Petrus di Vatikan Kembali Dibuka
Perbesar
Paus Fransiskus tiba untuk merayakan misa peringatan 100 tahun kelahiran Paus Yohanes Paulus II di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (18/5/2020). Basilika Santo Petrus kembali dibuka untuk peziaran maupun turis mulai 18 Mei 2020. (Vatican Media via AP)

Louis Sako, tokoh pemimpin Gereja Katolik Chaldean di Irak, berkata kunjungan Paus Fransiskus untuk bertemu Ayatullah Agung Ali Sistani merupakan kunjungan pribadi.

Sistani tinggal di kota Najah. Tidak ada formalitas dalam pertemuan dua tokoh agama tersebut.

Sako berharap kedua tokoh akan menandatangani dokumen persaudaraan demi perdamaian dunia.

Sebelumnya, Paus Fransiskus pernah menandatangani dokumen inter-religious serupa pada Februari 2019 bersama Imam Besar Al-Azhar Ahmed al-Tayeb.

Menurut Sako, Paus Fransiskus berharap ada dukungan dari ulama syiah berpengaruh seperti Sistani.

"Ia bakal mewakili bagian besar kedua dari Islam yang menandangani dokumen ini," kata Sako.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓