Sambil Gandengan Tangan, Donald Trump-Melania Tinggalkan Washington D.C.

Oleh Tanti Yulianingsih pada 20 Jan 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 22:34 WIB
Kemegahan Pesawat Presiden Amerika Serikat
Perbesar
Sebuah replika pesawat kepresidenan AS Air Force One ketika pameran Air Force One Experience di North Kingstown, 18 September 2017. Replika pesawat kepresidenan AS ini lengkap dengan ruangan-ruangan yang digunakan presiden. (AP Photo/Stephan Savoia)

Liputan6.com, Washington D.C - Dentuman meriam sebanyak 21 kali menyambut Donald Trump dan Melania Trump di Joint Base Andrews, pangkalan militer AS di Maryland. Momen ini adalah kali terakhir taipan properti itu menaiki pesawat kepresidenan Air Force One sebelum menuju kediaman pribadinya di Mar-a-Lago, Florida.

Setelah menyapa para pendukungnya, Donald Trump menuju podium untuk menyampaikan pidato perpisahan. Ia dipastikan tak akan menghadiri pelantikan Presiden Terpilih AS Joe Biden.

"Saya akan selalu berjuang untuk Anda," kata Trump dalam pidato penutup sebagai Presiden AS.

Dalam sambutan penutupnya sebagai Presiden, Donald Trump berjanji untuk "selalu berjuang" dan mengucapkan "keberuntungan besar" bagi pemerintahan Biden yang akan datang.

"Anda adalah orang-orang yang luar biasa. Ini adalah negara yang hebat. Merupakan kehormatan dan hak istimewa terbesar saya untuk menjadi Presiden Anda," kata Trump kepada kerumunan keluarga dan stafnya seperti tertuang dalam siaran langsung CNN, Rabu (20/1/2021).

“Aku akan selalu berjuang untukmu. Saya akan melihat. Saya akan mendengarkan, dan saya akan memberi tahu Anda bahwa masa depan negara ini tidak pernah lebih baik. Saya mengucapkan semoga sukses besar dan sukses besar bagi pemerintahan baru. Saya pikir mereka akan sukses besar. Mereka memiliki dasar untuk melakukan sesuatu yang sangat spektakuler," tambah Trump.

Dia juga berterima kasih kepada Wakil Presiden Mike Pence dan Karen Pence serta Kongres.

Selain itu, Donald Trump berterima kasih kepada anak-anaknya pada upacara pelepasan: "Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa," katanya seraya menatap sisi podium tempat mereka berada.

"Orang tidak tahu seberapa keras keluarga ini bekerja. Mereka bisa saja memiliki hidup yang lebih mudah, tetapi mereka melakukan pekerjaan yang fantastis."

Dia juga menyebut kepala stafnya, Mark Meadows, dalam pidato terakhirnya sebelum mempersilahkan ibu negara AS, Melania Trump menyampaikan pidato perpisahan.

2 dari 3 halaman

Melania Trump: Menjadi Ibu Negara Adalah Kehormatan Terbesar Saya

Pidato terakhir Melania Trump sebagai ibu negara AS di pangkalan militer AS. (AFP)
Perbesar
Pidato terakhir Melania Trump sebagai ibu negara AS di pangkalan militer AS. (AFP)

Melania Trump naik podium sebentar, berkata, "Menjadi ibu negara adalah kehormatan terbesar saya."

"Menjadi ibu negara adalah kehormatan terbesar saya. Terima kasih atas cinta dan dukungan Anda. Anda akan selalu ada dalam pikiran dan doa saya. Tuhan memberkati Anda semua. Tuhan memberkati keluarga Anda. Dan Tuhan memberkati bangsa yang indah ini. Terima kasih," katanya.

Setelah Melania mengakhiri pidatonya, Donald Trump mengambil kembali mikrofonnya, berkata, "Apa lagi yang harus dikatakan, bukan? Itu benar sayang, kerja bagus."

Donald Trump menyebut ibu negara AS sebagai "wanita yang sangat anggun, cantik, dan bermartabat," dan mengatakan bahwa dia "sangat populer di kalangan masyarakat," meskipun jajak pendapat CNN menemukan bahwa dia adalah ibu negara dengan peringkat popularitas terendah dalam sejarah.

Keduanya kemudian menuju sisi podium, memberikan pelukan kepada anak-anak dan para penantunya. Sambil bergandengan tangan, Donald Trump dan Melania berjalan menuju pesawat kepresidenan untuk terakhir kalinya menuju Florida.

Sebelum masuk ke bagian dalam Air Force One, mereka melambaikan tangan tanda perpisahan.

Era Presiden Donald Trump di Washington D.C berakhir.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓