Donald Trump Hengkang dari D.C 20 Januari, Tak Berniat Hadiri Pelantikan Joe Biden

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 16 Jan 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 16 Jan 2021, 17:21 WIB
Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)
Perbesar
Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)

Liputan6.com, D.C - Presiden Donald Trump memiliki rencana untuk meninggalkan Washington D.C pada pagi Hari Pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada Rabu depan 20 Januari 2021 --sebuah rencana yang dipertimbangkan oleh kubu Trump pada Selasa 19 Januari 2021, menurut sejumlah sumber.

Trump, yang telah mengatakan dia tidak akan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, merencanakan perpisahan seremonial di Pangkalan Gabungan Andrews, pangkalan di luar Washington tempat Air Force One bermarkas, kata salah satu sumber tersebut. Demikian seperti mengutip Channel News Asia, Sabtu (16/1/2021). 

Sumber tersebut menekankan bahwa rencana tersebut bisa saja berubah. Tidak jelas apakah Trump akan berbicara kepada publik pada hari Rabu 20 Januari 2021 mendatang.

Trump kemudian akan terbang ke Palm Beach, Florida, untuk memulai masa pasca-kepresidenannya di klub Mar-a-Lago, sumber tersebut mengatakan kepada Reuters. Dia kemungkinan akan berada di Florida pada saat Biden dilantik pada hari Rabu mendatang.

Sejumlah pembantu Gedung Putih berencana bekerja untuk Trump di Palm Beach ketika mantan taipan real estate itu bekerja untuk mempertahankan pengaruhnya di Partai Republik.

Beberapa penasihat telah mendesak presiden untuk menjamu Biden untuk pertemuan Gedung Putih menjelang Hari Pelantikan, tetapi belum ada tanda-tanda bahwa Trump bersedia melakukan itu, kata seorang pejabat pemerintah.

2 dari 4 halaman

Donald Trump Hendak Dimakzulkan Dua Kali

Donald Trump
Perbesar
Presiden Donald Trump setelah meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tidak Dikenal pada Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington di Arlington, Virginia, Rabu (11/11/2020). Donald Trump pertama kalinya muncul ke publik sejak kalah dari Joe Biden dalam Pilpres AS. (Brendan Smialowski/AFP)

Trump, satu-satunya presiden dalam sejarah AS yang hendak dimakzulkan dua kali, berencana untuk mengeluarkan lebih banyak grasi sebelum pergi, menurut sumber yang menambahkan bahwa dia telah mempertimbangkan opsi grasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Trump telah mencoba untuk mencegah hukuman di Senat atas pasal pemakzulan yang didasarkan pada penyerbuan Capitol AS pada 6 Januari oleh para pendukungnya.

Sebuah jajak pendapat oleh Pew Research Center mengatakan Trump meninggalkan Gedung Putih dengan tingkat persetujuan terendah dari kepresidenannya (29 persen) dan peringkat yang semakin negatif untuk perilaku pasca-pemilihannya.

3 dari 4 halaman

Infografis Pemakzulan Kedua Donald Trump

Infografis Pemakzulan Jilid II untuk Donald Trump. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pemakzulan Jilid II untuk Donald Trump. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓