Dubes Owen Jenkins: Inggris Siap Bantu Korban Gempa di Majene Sulawesi Barat

Oleh Tommy Kurnia pada 15 Jan 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 20:00 WIB
Proses Pencarian Korban Gempa Mamuju di Reruntuhan
Perbesar
Tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Setidaknya 34 orang meninggal dunia akibat gempa dahsyat tersebut. (AP/Yusuf Wahil)

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, turut menyampaikan dukacita atas gempa di Sulawesi Barat (Sulbar). Bencana alam itu terjadi di kabupaten Majene dengan kekuatan magnitudo 6,2.

"Atas nama keluarga besar Kedutaan Inggris, kami sampaikan duka cita mendalam atas tragedi gempa bumi di Sulawesi," ujar Dubes Owen lewat Twitter @DubesInggris, Jumat (15/1/2021).

Dubes Owen berkata negaranya siap membantu korban gempa di Majene.

"Doa kami menyertai keluarga korban. Inggris siap membantu," ujarnya.

Berdasarkan laporan sejauh ini, korban gempa terbanyak berasal dari Mamuju. Sebanyak 26 orang meninggal di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane, jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Jumat sore.

"10 titik pengungsian di Kabupaten Majene, antara lain di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua yang terdapat di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana,” ujar Raditya.

Mensos Risma: Korban Meninggal akan Dapat Santunan Rp 15 Juta

Proses Pencarian Korban Gempa Mamuju di Reruntuhan
Perbesar
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan gedung pemerintah yang runtuh saat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Jaringan listrik di wilayah itu juga dilaporkan mengalami pemadaman. (AP Photo/Daus Thobelulu)

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma memastikan pemerintah akan memberikan santunan kepada korban meninggal akibat gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Dia menuturkan, korban yang meninggal akan menerima santunan sebesar Rp 15 juta per orang yang nantinya akan diserahkan kepada ahli waris. 

"Sesuai SOP, untuk korban meninggal akan mendapat santunan Rp 15 juta per orang yang diserahkan kepada ahli waris. Namun ini tentunya akan diserahkan menunggu seluruh data masuk," kata Risma dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Selain itu, dia juga meminta telah jajarannya untuk secepatnya mengirimkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) wilayah sekitarnya, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta menyalurkan berbagai bantuan logistik.

"Bantuan logistik sudah dalam perjalanan menuju lokasi terdampak gempa. Tim LDP melaporkan bahwa mereka juga sudah bergerak," jelas Risma.

 

Percepatan Penyaluran Bantuan

Proses Pencarian Korban Gempa Mamuju di Reruntuhan
Perbesar
Tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Gempa ini menyebabkan kerusakan parah pada Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulbar, serta RSUD Mamuju. (AP Photo/Azhari Surahman)

Mensos Risma menekankan agar bantuan secepatnya sampai ke tangan warga terdampak gempa. "Kita upayakan bantuan secepat-cepatnya untuk penanganan warga terdampak gempa," kata Risma.

Sementara itu, bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji, dan lainnya dikirimkan bertahap. Risma mengatakan akan mengeluarkan semua logistik di gudang Sulbar untuk membantu masyarakat terdampak.

"Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian. Segera kami informasikan updatenya. Satu unit mobil dapur umum bisa memasak sampai 2000 nasi bungkus dalam satu kali masak, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 6000 nasi bungkus," tutur Risma.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓