Alasan Pelantikan Presiden AS Dilaksanakan pada Bulan Januari

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 15 Jan 2021, 19:10 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 19:10 WIB
Ilustrasi Pilpres AS 2020
Perbesar
Ilustrasi Pilpres AS 2020, Joe Biden - Jill Biden. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan presiden dan wakil presiden AS terpilih, Joe Biden dan Kamala Harris akan segera dilantik pada tanggal 20 Januari mendatang. 

Pertanyaannya mengapa proses pelantikan presiden AS diselenggarakan pada bulan Januari?

Rupanya, pelantikan presiden AS tidak selalu terjadi pada bulan Januari.

Konstitusi awalnya menetapkan 4 Maret sebagai hari bagi para pemimpin baru untuk mengambil sumpah jabatan mereka.

Memilih rentang waktu empat bulan dari pemilihan umum November merupakan hal yang masuk akal, mengingat berapa lama waktu yang dibutuhkan suara dari seluruh negeri untuk mengalir ke ibu kota. 

Tapi ini juga berarti periode ketika presiden yang akan lengser masih menjabat, cukup lama.

Akhirnya, karena kemajuan modern mempermudah penghitungan dan pelaporan suara, kerangka waktu yang panjang ini pun berubah. 

Amandemen ke-20, yang diratifikasi pada tahun 1933, menetapkan bahwa presiden baru akan dilantik pada 20 Januari.

2 dari 3 halaman

Pelantikan Joe Biden

Ilustrasi Pilpres AS 2020
Perbesar
Ilustrasi Pilpres AS 2020, Joe Biden. (Liputan6.com/Abdillah)

Presiden terpilih AS Joe Biden akan segera mengikuti proses pelantikan pada 20 Januari mendatang.

Walaupun diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19, prosesi pelantikan akan berlangsung sesuai dengan tradisi yang ada. Hanya saja, jumlah tamu yang akan hadir dikurangi, dan kebanyakan acara akan disiarkan secara virtual. 

Dalam acara tersebut, rencananya sederet artis seperti Lady Gaga hingga Jennifer Lopez akan tampil. Setelahnya, sejumlah pengisi acara seperti Justin Timberlake juga akan bernyanyi untuk acara perayaannya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓