Inggris Gelontorkan Rp 57 Triliun untuk Lestarikan Lingkungan Dunia

Oleh Tommy Kurnia pada 13 Jan 2021, 12:02 WIB
Diperbarui 13 Jan 2021, 12:02 WIB
Lumba-Lumba Liar di Pantai Lovina Bali
Perbesar
Lumba-lumba berenang dekat perahu yang berisi wisatawan di perairan Pantai Lovina di Singaraja, Bali, Jumat (30/10/2020). Pantai Lovin aini salah satu destinasi pariwisata di Pulau Bali yang menawarkan pemandangan matahari terbit dan wisata mengamati lumba-lumba di laut lepas. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Liputan6.com, London - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan negaranya menyiapkan dana 3 miliar poundsterling (Rp 57 triliun) untuk lestarikan lingkungan di dunia. Ini termasuk upaya Inggris untuk mendukung transisi ke energi hijau.

Pendanaan itu berasal dari komitmen dana iklim internasional milik Inggris senilai 11,6 miliar poundsterling (Rp 222,9 triliun). Indonesia juga akan mendapat alokasi dana.

Dalam keterangan resmi, pemerintah Inggris menyebut program senilai Rp 57 triliun ini akan digunakan selama lima tahun ke depan untuk melindungi alam dan keanekaragaman hayati, termasuk di Indonesia.

Program di Indonesia mencakup knservasi laut, proyek menjaga hutan, serta menangani perdagangan kayu ilegal dan deforestasi melalui skema Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), serta pelestarian habitat bakau.

Inggris berkata perlu kerja sama global untuk melindungi alam dan keanekaragaman hayati.

"Kita harus bekerja sama sebagai sebuah komunitas global untuk mendorong perubahan ambisius dan investasi yang kita butuhkan untuk melindungi planet kita bersama dan seluruh kehidupan yang mulia, kaya serta beragam di dalamnya," ujar PM Boris Johnson.

Inggris sedang gencar mendorong pelestarian lingkungan, termasuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sustainable. Tahun ini, Inggris juga menjadi tuan rumah acara lingkunan dunia COP26.

2 dari 3 halaman

Transisi Menuju Energi Hijau

[Fimela] ilustrasi bisnis ramah lingkungan
Perbesar
ilustrasi bisnis ramah lingkungan | pexels.com/@alena-koval-233944

Inggris saat ini berusaha mengajak banyak negara untuk beralih dari batu bara. Hal itu disebut sesuai dengan tujuan Perjanjian Paris.

"Target hanya dapat dicapai melalui tindakan. Kita harus melestarikan alam dan keanekaragaman hayati kita, dan bergerak lebih cepat dari batu bara ke energi bersih," ujar Presiden COP Alok Sharma.

COP26 tahun ini akan digelar di Glasgow. Sharma berharap komitmen pendanaan dari Inggris juga mempercepat transisi menuju energi bersih untuk masa depan planet yang berkelanjutan.

Selain itu, Inggris juga berkomitmen hingga 38 juta poundsterling (Rp 730 miliar) untuk program Climate Compatible Growth agar negara-negara berkembang bisa segera transisi ke energi hijau.

Dubes Inggris di Indonesia, Owen Jenkins, berkata pendanaan ini merupakan pengakuan tentang betapa pentingnya melindungi lingkungan untuk generasi penerus.

"Pendanaan ini mengakui bahwa alam adalah aset manusia yang paling berharga, dan kita harus melakukan apapun untuk melindungi alam ini - demi kebaikan generasi kita, dan generasi yang akan datang," ujar Dubes Owen.

(1 poundsterling: Rp 19.222)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by