Paus Fransiskus Bakal Disuntik Vaksin COVID-19 Pekan Depan

Oleh Liputan6.com pada 11 Jan 2021, 09:02 WIB
Diperbarui 11 Jan 2021, 09:46 WIB
FOTO: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Paskah Tanpa Jemaat
Perbesar
Paus Fransiskus menyampaikan pesan saat memimpin Misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2020). Paus mengatakan bahwa ketakutan orang-orang saat ini sama seperti ketakutan para pengikut Yesus sehari usai diri-Nya disalibkan. (Remo Casilli/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Jakarta Paus Fransiskus kembali angkat suara terkait vaksinasi COVID-19. Pada Sabtu 9 Januari 2021 waktu setempat, ia mengatakan berencana disuntik vaksin Virus Corona baru tersebut pekan depan di Vatikan.

Selain itu, Paus Fransiskus juga mendesak semua orang untuk divaksin guna melindungi diri sendiri dan orang lain.

"Saya meyakini bahwa secara etis setiap orang harus divaksin," kata Paus dalam wawancara dengan stasiun televisi Canale 5 seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (11/1/2021). 

"Itu merupakan pilihan yang etis karena kalian tak hanya taruhan dengan kesehatan kalian, kehidupan kalian, tapi juga taruhan dengan kehidupan orang lain."

Vatikan, negara independen terkecil di dunia, berpenduduk sekitar 450 orang termasuk Paus Fransiskus, telah mengatakan akan segera meluncurkan kampanye vaksinasi melawan Virus Corona.

"Pekan depan," kata Paus.

Paus Fransiskus juga mengatakan proses vaksinasi COVID-19 harus dilakukan. "Kita akan mulai melakukannya disini, di Vatikan, dan saya telah mendaftar. Harus dilakukan."

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Juga Video Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Paus Fransiskus Masuk Kategori Rentan

Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan bersejarah ke Irak pada Maret 2021. (AFP / Alberto Pizzoli).
Perbesar
Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan bersejarah ke Irak pada Maret 2021. (AFP / Alberto Pizzoli).

Paus Fransiskus yang berusia 84 tahun itu pernah menjalani pengangkatan salah satu paru-parunya ketika masih muda di Argentina. Ini menjadikan dirinya rentan akan penyakit COVID-19.

Vatikan pekan lalu memperkirakan dalam beberapa hari akan menerima dosis vaksin COVID-19 yang cukup untuk memvaksinasi seluruh penduduk dan pekerja yang tinggal di luar tembok perbatasan di Roma.

Sementara itu, situs resmi Vatican News melaporkan bahwa dokter pribadi Paus, Fabrizio Soccorsi, telah meninggal dunia karena komplikasi kanker dan COVID-19.

Dia telah menjadi dokter Paus sejak 2015.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya