Top 3: Kepala WHO Ungkap Alasan China Tolak Masuk Tim Investigasi COVID-19 Disorot

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 07 Jan 2021, 12:01 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 12:45 WIB
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Perbesar
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Liputan6/AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dirinya "sangat kecewa" karena China belum menyelesaikan izin untuk kedatangan timnya.

Ia juga mengungkap alasan China menolak masuknya tim investigasi asal-usul Virus Corona

Berita tentang  Kepala WHO yang mengungkap alasan China menolak masuknya tim investigasi asal-usul Virus Corona menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Kamis (7/1/2021).

Berita populer lainnya adalah Presiden RI Joko Widodo yang melakukan panggilan telepon dengan Presiden Palestina dan menyatakan bahwa  RI tidak ada niat untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. 

Adapun berita yang tak kalah disorot lainnya, yaitu tentang Korea Selatan yang menggelar tes massal untuk 70 ribu narapidana dan staf penjara. 

Langkah tersebut dilakukan menyusul kemunculan wabah besar Virus Corona COVID-19 di penjara Korea Selatan.

Berikut ini artikel terpopuler kanal Global dalam Top 3 Global Liputan6.com:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Berikut Ini:


1. Kepala WHO Ungkap Alasan China Tolak Masuk Tim Investigasi Asal-usul Virus Corona

Menengok Kondisi Terkini Kota Wuhan
Perbesar
Warga mengenakan masker berjalan di sebuah jalan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China (3/3/2020). Sejauh ini, total 80.026 kasus virus corona terkonfirmasi di wilayah China daratan. (AFP/STR)

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia "sangat kecewa" karena China belum menyelesaikan izin untuk kedatangan timnya. Padahal, dua anggota WHO telah memulai perjalanan mereka dan yang lainnya tidak dapat melakukan perjalanan pada menit terakhir.

"Saya telah diyakinkan bahwa China mempercepat prosedur internal untuk penempatan sedini mungkin," katanya di Jenewa sambil menjelaskan bahwa dia telah melakukan kontak dengan pejabat senior China untuk menekankan "bahwa misi tersebut adalah prioritas WHO dan tim internasional."

Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan menyelidiki asal-usul COVID-19 di Kota Wuhan diketahui telah ditolak masuk ke China. Dua anggota telah memulai perjalanan mereka, yang satu telah kembali dan yang lainnya sedang transit di negara ketiga.

Baca selengkapnya....


2. Telepon Presiden Palestina, Jokowi: RI Tak Ada Niat Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Warga Palestina membentang bendera negara mereka, bergembira menyambut rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah
Perbesar
Warga Palestina membentang bendera negara mereka, bergembira menyambut rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah (AP Photo/Khalil Hamra)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa hingga saat ini, tidak terdapat niatan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

"Indonesia akan terus memberi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution and internatiionally agreed parameters," jelas Retno Marsudi dalam pernyataan tahunan secara virtual, Rabu (6/1/2021).

Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa kedua pemimpin (Indonesia dan Palestina) telah melakukan komunikasi terkait isu ini.

Baca selengkapnya....


3. Wabah COVID-19 Merebak di Penjara, Korsel Gelar Tes Massal ke 70 Ribu Napi dan Staf

Kasus Infeksi COVID-19 Melonjak Tajam di Korea Selatan
Perbesar
Petugas polisi mengenakan masker berbicara sebelum rapat umum di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Sabtu (22/2/2020). Korsel pada hari Sabtu melaporkan lonjakan enam kali lipat infeksi virus dalam empat hari ke 346. (AP Photo/Lee Jin-man)

Otoritas Korea Selatan menggelar tes COVID-19 massal untuk 52 penjara di wilayahnya, menyusul kemunculan wabah Virus Corona COVID-19 di sebuah penjara besar di negara tersebut. 

Pejabat Senior Kementerian Kesehatan Korea Selatan, Yoon Tae-ho, mengatakan bahwa lebih dari setengah dari total 2.292 narapidana dan staf di sebuah penjara di tenggara Seoul telah dites positif COVID-19, setelah infeksi klaster pertama dilaporkan di dalam area penjara pada Desember 2020.

Menanggapi terjadinya kasus infeksi COVID-19 itu, Kementerian Kehakiman Korea Selatan memutuskan untuk memisahkan narapidana yang hasil tesnya positif COVID-19. Lalu memindahkan mereka ke rumah sakit yang telah disediakan.\

Baca selengkapnya....


Banner Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Banner Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Banner Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya