Sinterklas Positif COVID-19 Mampir ke Panti Wreda di Belgia, 26 Orang Lansia Tewas

Oleh Hariz Barak pada 02 Jan 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 02 Jan 2021, 18:00 WIB
Brussel Wajibkan Pemakaian Masker di Tempat Umum
Perbesar
Orang-orang memakai masker saat berjalan di Brussel, Belgia, Rabu (12/8/2020). Penggunaan masker menjadi wajib di tempat umum di Brussel karena kasus Covid-19 naik ke tingkat kewaspadaan yang menempatkan kota itu di antara yang paling parah terkena dampak corona di Eropa. (François WALSCHAERTS/AFP)

Liputan6.com, Antwerp - Setidaknya 26 penghuni rumah pensiun (panti wreda) di Belgia telah meninggal, menyusul kunjungan seorang sukarelawan berpakaian seperti Sinterklas yang sejak itu dites positif COVID-19.

Kematian di rumah pensiun Hemelrijck di Mol, dekat Antwerpen, telah mendorong kotamadya setempat untuk mengkritik penyelenggara yang dinilai "benar-benar tidak bertanggung jawab." Meski begitu, penyebab infeksi dikatakan belum pasti.

Insiden ini diawali dengan kunjungan sukarelawan berkostum Sinterklas pada 5 Desember dan pembantunya Zwarte Piet, yang diselenggarakan oleh manajemen panti jompo. Dalam tradisi lokal, Sinterklaas, membawa hadiah kepada orang Belgia setiap 6 Desember.

Namun dalam beberapa hari usai kunjungan itu, penghuni rumah pensiun menunjukkan gejala virus corona COVID-19. Dua puluh enam telah meninggal dan 85 lainnya telah dites positif, bersama dengan 40 staf, demikian seperti dikutip dari the Guardian, Sabtu (2/1/2021).

Dalam sebuah pernyataan, kotamadya Mols awalnya mengatakan sukarelawan hanya memasuki "area umum, seperti area duduk".

"Dia selalu menjaga jarak dengan penghuni, tidak tinggal di tempat lebih dari beberapa menit dan mengenakan masker mulut. Warga juga mengenakan masker mulut," kata Pemkot.

Namun setelah foto-foto peristiwa itu muncul mengungkapkan bahwa warga belum mengenakan masker selama kunjungan, pemkot mengeluarkan klarifikasi.

"Kami telah menerima informasi yang salah dari manajemen," kata pernyataan kedua. "Kami sangat menyesalkan hal itu. Setelah melihat beberapa foto, kita harus menyimpulkan bahwa ini lebih jauh daripada kesalahan. Sebaliknya, ini adalah peristiwa yang sama sekali tidak bertanggung jawab. Kami tidak akan pernah menyetujui ini."

Marc Van Ranst, seorang ahli virologi terkemuka, telah melaporkan di Twitter bahwa sebagian besar infeksi berasal dari sumber yang sama.

Seorang juru bicara kesehatan daerah, Joris Moonens, mengatakan tidak ada penyelidikan yang diluncurkan tanpa adanya keluhan resmi. Tidak ada informasi sebelumnya bahwa sang sukarelawan tahu dia terinfeksi.

Seorang manajer krisis telah ditunjuk untuk rumah pensiun Hemelrijck, yang menampung 169 orang sebelum wabah COVID-19, untuk membantu staf, penduduk, dan kerabat mengatasi "dalam periode sulit ini".

Belgia memiliki salah satu korban tewas COVID-19 per kapita tertinggi di dunia, dan lebih dari setengah dari yang meninggal --11.066 orang-- adalah penghuni rumah pensiun.

Armonea, perusahaan yang mengelola rumah perawatan perumahan, mengatakan stafnya telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga penduduk tetap aman.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Simak video pilihan berikut:


2 Januari 2021: 83 Juta Orang di Dunia Positif COVID-19

FOTO: Warga Inggris Berperilaku Seolah Terjangkit COVID-19, Jalanan London Sepi
Perbesar
Seorang wanita melintas di jalan dekat Leicester Square, London, Inggris, 21 Desember 2020. Pada Minggu (20/12), Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock memperingatkan bahwa galur baru COVID-19 "tidak terkendali" di Inggris. (Xinhua/Han Yan)

Total infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia pada hari Sabtu per pukul 13.00 WIB telah mencapai 83.957.701 kasus, dan 47.271.835 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan COVID-19 Dashboard by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University.

Total 1.827.121 orang dunia tercatat telah meninggal dunia akibat COVID-19, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, Sabtu (2/1/2021).

Selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya