1 Januari 2021: 83,3 Juta Orang di Dunia Positif COVID-19, Kasus di AS Nyaris 20 Juta

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 01 Jan 2021, 11:38 WIB
Diperbarui 02 Jan 2021, 09:51 WIB
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Perbesar
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Liputan6.com, Jakarta- Total infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia pada hari Jumat per pukul 10.32 WIB telah mencapai 83.399.225 kasus, dan 47.007.752 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan COVID-19 Dashboard by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University.

Total 1.817.531 orang dunia tercatat telah meninggal dunia akibat COVID-19, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, Jumat (1/1/2021).

Data Johns Hopkins University juga menunjukkan bahwa India berada di posisi teratas untuk pasien pulih yakni 9.860.280 lalu disusul Brasil sebanyak 6.848.844. 

Infeksi di Amerika Serikat, negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbesar di dunia, telah mencapai 19.967.278. 

Negara Bagian New York mencatat jumlah pasien sembuh COVID-19 terbanyak di AS, yaitu 102.129 orang pulih.

India, Brasil, Rusia, dan Prancis masih tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbesar setelah AS.

India berada di posisi kedua dengan jumlah infeksi Virus Corona COVID-19 terbesar di dunia, sebanyak 10.266.674 kasus. 

Selanjutnya, kasus COVID-19 terbesar ketiga di dunia tercatat di Brasil, sebanyak 7.675.973 infeksi.

Sementara di Rusia, 3.127.347 orang dinyatakan positif terkena Virus Corona COVID-19, dan 2.527.722 pulih. 

Prancis kini berada di posisi kelima untuk kasus terbanyak, tercatat memiliki 2.677.666 infeksi dan 200.142 orang sembuh.

 

2 dari 4 halaman

China dan prancis Laporkan Kasus Varian Baru COVID-19

Polisi Prancis Razia Warga Berkeliaran Saat Lockdown
Perbesar
Polisi menyisir area lapangan Esplanade du Trocadero dekat Menara Eiffel saat lockdown di Paris, Prancis, Rabu (18/3/2020). Sampai Selasa (17/3/2020), Prancis memiliki 6.633 kasus virus corona COVID-19 dengan 148 kematian. (Ludovic MARIN/AFP)

China telah mengonfirmasi kasus pertama dari varian baru Virus Corona COVID-19 di wilayahnya.

Hal itu disampaikan dalam catatan penelitian oleh Pusat Pengendalian Penyakit China, yang diterbitkan pada Rabu (30 Desember 2020). 

Dilansir AFP, pasien pertama varian baru COVID-19 di China adalah seorang perempuan berusia 23 tahun dari Shanghai yang tiba dari Inggris pada 14 Desember.

Sementara itu, Prancis juga mendeteksi kasus pertama varian baru Virus Corona COVID-19 dari Afrika Selatan

Dikutip dari The Straits Times, kasus pertama varian baru COVID-19 itu dialami oleh seorang pria yang baru saja tiba dari Afrika Selatan. 

Pria tersebut juga sempat pulang ke rumahnya yang berlokasi di wilayah Haut-Rhin yang berbatasan dengan Swiss.

Namun belum adanya informasi lebih lanjut tentang waktu dan tempat di mana pria tersebut akan menjalani isolasi. 

3 dari 4 halaman

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓