Boko Haram Serang Desa di Nigeria Pada Saat Malam Natal

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 26 Des 2020, 16:53 WIB
Diperbarui 26 Des 2020, 16:53 WIB
Tentara Nigeria bersiaga menghadapi serangan kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS dan Boko Haram (AP)
Perbesar
Tentara Nigeria bersiaga menghadapi serangan kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS dan Boko Haram (AP)

Liputan6.com, Borno - Beberapa orang tewas di timur laut Nigeria setelah militan Boko Haram menggerebek desa yang sebagian besar beragama Kristen dan membakar gereja pada Malam Natal.

Sumber lokal mengatakan, sedikitnya 11 orang telah tewas, menurut berita AFP.

Para penyerang memasuki desa Pemi, di negara bagian Borno, dengan truk dan sepeda motor dan menembak tanpa pandang bulu, kata seorang pemimpin setempat kepada kantor berita tersebut.

Desa Pemi dekat dengan Chibok di mana 200 siswi diculik pada tahun 2014, demikian dikutip dari laman BBC, Sabtu (26/12/2020).

Boko Haram telah melakukan sejumlah serangan di Nigeria utara di mana mereka berjuang untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam.

Mereka mempromosikan versi Islam yang melarang Muslim mengambil bagian dalam aktivitas yang tidak berasal dari tradisi Islam.

Serangan paling terkenal dari Boko Haram yaitu menargetkan siswi sekolah di Chibok pada tahun 2014 dan menahan banyak orang selama bertahun-tahun.

Pada Kamis lalu, para pejuang menyerbu Pemi karena pejabat keamanan telah memperingatkan kemungkinan serangan pada hari libur umat Kristen.

Penduduk desa melarikan diri ke semak-semak dan beberapa masih dikatakan hilang.

"Para teroris membunuh tujuh orang, membakar 10 rumah dan menjarah persediaan makanan yang akan dibagikan kepada penduduk untuk merayakan Natal," kata pemimpin milisi Abwaku Kabu.

Para penyerang membakar sebuah gereja di Nigeria, menculik seorang pendeta dan mencuri persediaan medis dari rumah sakit, sebelum membakarnya.

2 dari 3 halaman

Konflik yang Disebabkan Boko Haram

Ditukar dengan Tahanan, 82 Gadis Korban Boko Haram Dibebaskan
Perbesar
Sejumlah gadis sekolah Chibok menunggu untuk bertemu Presiden Muhammadu Buhari di Abuja, Nigeria (7/5). 82 gadis yang dibebaskan itu ditemukan dekat kota Banki di Negara Bagian Borno, dekat perbatasan dengan Kamerun. (AP Photo/Olamikan Gbemiga)

Konflik Boko Haram, yang telah berlangsung selama beberapa dekade, telah menewaskan sedikitnya 36.000 orang dan membuat dua juta orang mengungsi dari rumah mereka, menurut PBB.

Untuk melindungi diri mereka sendiri, komunitas di Nigeria utara telah menggunakan warga bersenjata dan kelompok milisi yang bekerja bersama tentara.

Kelompok tersebut juga mengaku bertanggung jawab atas penculikan lebih dari 300 anak sekolah di negara bagian Katsina, meskipun pihak berwenang Nigeria mengatakan itu adalah geng lokal yang terkait dengan kelompok Islam itu.

Bulan lalu, pejuang Boko Haram juga mengatakan mereka membunuh puluhan pekerja pertanian.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓