Studi: Setengah Orang Dewasa di China Obesitas, Rentan Komplikasi Atau Meninggal Akibat COVID-19

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 24 Des 2020, 19:10 WIB
Diperbarui 24 Des 2020, 19:10 WIB
Melihat Terapi Bekam Penurun Berat Badan di China
Perbesar
Dua wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas berbincang sebelum menerima terapi bekam di klinik penurun berat badan di Changchun, Jilin, China, Selasa (17/7). Bekam dilakukan dengan memvakum kulit dan mengeluarkan darah darinya. (STR/AFP)

Liputan6.com, Beijing - Lebih dari setengah orang dewasa di China, atau lebih dari setengah miliar orang, mengalami kelebihan berat badan (obesitas), sebuah laporan resmi menunjukkan.

Angka tersebut telah meningkat secara signifikan sejak 2002, ketika 29 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan, demikian dikutip dari laman BBC, Kamis (24/12/2020).

Pertumbuhan ekonomi negara yang pesat dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan perubahan besar pada gaya hidup, pola makan, dan kebiasaan olahraga.

Pada Oktober, pemerintah China mengumumkan rencana untuk mengatasi meningkatnya tingkat obesitas.

Massa tubuh yang lebih tinggi meningkatkan risiko sejumlah penyakit termasuk penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Masalah obesitas telah menjadi fokus baru selama pandemi, karena penelitian menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih mungkin menderita komplikasi parah atau kematian akibat COVID-19.

Laporan Komisi Kesehatan Nasional, yang dirilis Rabu, 23 Desember 2020 menemukan bahwa lebih dari 50 persen orang dewasa diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, 16,4 persen di antaranya mengalami obesitas.

Laporan tersebut menyalahkan penurunan tingkat aktivitas fisik untuk lingkar pinggang yang membesar, dengan kurang dari seperempat populasi orang dewasa berolahraga setidaknya sekali seminggu.

Nafsu makan yang meningkat terhadap daging dan rendahnya konsumsi buah juga diidentifikasi sebagai faktor di balik peningkatan tersebut.

Wang Dan, seorang ahli gizi di kota Harbin, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa banyak orang dewasa di China sekarang "berolahraga terlalu sedikit, terlalu banyak tekanan, dan memiliki jadwal kerja yang tidak sehat".

2 dari 3 halaman

Bukan Hanya China

Obesitas atau kegemukan bukan lagi menjadi hal yang aneh di masyarakat kini. Tetapi bukan berarti hal ini bisa dimaklumi atau dibiarkan.
Perbesar
(Sumber Pixabay)

China bukan satu-satunya negara yang mengalami peningkatan jumlah orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dalam beberapa tahun terakhir.

Awal tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa tingkat obesitas di seluruh dunia meningkat tiga kali lipat sejak 1975, termasuk di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Hampir 40 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2016 dan sekitar 13 persen mengalami obesitas, menurut perkiraan WHO sendiri.

Negara di kawasan Teluk seperti Qatar adalah salah satu negara yang paling parah terkena dampak, dengan lebih dari 70 persen orangnya kelebihan berat badan atau obesitas.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓