Jaksa Agung AS William Barr Mundur Usai Donald Trump Kalah Pemilu AS

Oleh Tommy Kurnia pada 16 Des 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 16 Des 2020, 07:30 WIB
Jaksa Agung AS William Barr.
Perbesar
Jaksa Agung William Barr pilihan Donald Trump. Dok: AP Photo/Bob Christie

Liputan6.com, Washington, D.C. - Jaksa Agung Amerika Serikat, William Barr, mundur dari jabatannya sebelum Natal 2020. Barr diangkat menjadi sebagai Jaksa Agung pada 2019 oleh Donald Trump.

Kabar mundurnya William Barr sempat lebih dulu beredar. Keputusan Barr ini diambil setelah Donald Trump kalah pemilu AS 2020.

Donald Trump mengumumkan sendiri mundurnya William Barr, seraya mengatakan Barr telah bekerja secara luar biasa.

"Baru saja bertemu dengan Jaksa Agung Bill Barr di Gedung Putih. Hubungan kita sangatlah baik, ia telah melakukan pekerjaan luar biasa!" ujar Donald Trump seperti dikutip Rabu (16/12/2020).

Donald Trump turut menyebar surat pengunduran diri William Barr. Trump berkata Barr akan hengkang sebelum Natal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dalam suratnya, William Barr memberikan apresiasi terhadap Trump serta menjabarkan beberapa pencapaiannya. Ia juga mengapresiasi pemerintah atas dukungan kepada aparat penegak hukum.

"Selama Administrasi anda, Kementerian Kehakiman bekerja tanpa lelah untuk melindungi publik dari kejahatan berbahaya; bekerja dengan era bersama para pemimpin di Meksiko untuk melawan kartel narkoba, memberantas eksploitasi China terhadap ekonomi dan pekerja kita, melindungi persaingan di pasar, terutama sektor teknologi, dan mendukung para pria dan wanita di penegak hukum yang rela, terkadang tanpa terima kasih, mempertaruhkan nyawa mereka agar masyarakat aman," ujar William Barr.

 

2 dari 4 halaman

Dua Kali Sebagai Jaksa Agung

Presiden AS Donald Trump dan Jaksa Agung William Barr.
Perbesar
Presiden AS Donald Trump dan Jaksa Agung William Barr. (Source: AP)

William Barr sudah dua kali menjabat sebagai Jaksa Agung. Yang pertama saat era Presiden George H. W. Bush pada 1991-1993.

Ia mengaku senang karena diangkat oleh Trump sebagai jaksa agung untuk kedua kalinya.

"Saya sangat terhormat bahwa Anda memanggil saya untuk melayani Administrasi anda dan rakyat Amerika sekali lagi sebagai Jaksa Agung," ujar Barr.

Barr juga pernah sukses sebagai pengacara korporasi.

Terkait pilpres AS 2020, William Barr berkata tidak menemukan tanda-tanda kecurangan.

Ia akan resmi meninggalkan pemerintahan Trump pada 23 Desember 2020, kurang dari sebulan sebelum pelantikan Joe Biden sebagai presiden.

3 dari 4 halaman

Electoral College Umumkan Joe Biden Sebagai Pemenang Pilpres AS 2020

FOTO: Debat Perdana Calon Presiden Amerika Serikat
Perbesar
Calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden berbicara selama debat presiden pertama dengan Presiden Donald Trump di Case Western University and Cleveland Clinic, Cleveland, Ohio, Selasa (29/9/2020). (AP Photo/Patrick Semansky)

Joe Biden mendapatkan total 306 suara di Electoral College. Ia pun resmi terpilih menjadi presiden AS. 

Donald Trump masih menanggap ada kecurangan di pilpres AS, padahal sebelumnya ia berjanji untuk hengkang dari Gedung Putih jika kemenangan Biden telah diresmikan Electoral College. 

Jumlah elektor yang dimenangkan Donald Trump hanya 232. Ia umumnya menang di wilayah selatan Amerika Selatan, tetapi kehilangan negara bagian penting seperti Wisconsin, Pennsylvania, dan Michigan. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓