Lautan Susu hingga Lingkaran Bawah Air, 10 Misteri dan Fenomena Aneh di Samudra

Oleh Tanti Yulianingsih pada 15 Des 2020, 19:10 WIB
Diperbarui 15 Des 2020, 19:10 WIB
[Bintang] Laut
Perbesar
Ilustrasi Laut (Sumber Foto: Pexels)

Liputan6.com, Jakarta - Lautan mengandung misteri besar di kedalamannya. Meski banyak yang telah dijelaskan oleh para ilmuwan dan analis, masih ada beberapa fenomena aneh dari samudra yang masih menjadi teka-teki, belum terjelaskan dan membuat penasaran.

Sejumlah di antara fenomena lautan misterius telah dilihat dan dialami oleh para pelaut di seluruh dunia. Kendati demikian, berbagai misteri di samudra yang tidak dapat dijelaskan menjadi subjek diskusi dan debat yang menarik.

Berikut ini 10 fenomena aneh dari samudra baik yang terpecahkan maupun belum, namun menjadi topik populer di kalangan analis, dikutip dari Marine Insight, Selasa (5/12/2020): 

1. Fenomena Milky Sea (Laut Milky)

Milky Sea mengacu pada pancaran unik seperti susu di perairan Samudra Hindia. Fenomena ini terjadi karena aksi bakteri bercahaya dan pada gilirannya, menyebabkan air menjadi biru, yang dengan mata telanjang tampak berwarna putih susu dalam kegelapan.

Fenomena Milky Sea telah didokumentasikan dan ada selama lebih dari empat abad.

2. Bioluminescence

Bioluminescence (Bioluminesensi) adalah cahaya yang dihasilkan makhluk laut sebagai mekanisme pertahanan.

Bahan kimia tertentu dalam tubuh makhluk itu ketika diimbangi dengan oksigen atmosfer menghasilkan munculnya cahaya.

3. Konvergensi Laut Baltik dan Laut Utara

Fenomena kelautan ini telah menjadi topik yang sangat diperdebatkan. Titik konvergen Utara dan Laut Baltik terjadi di Provinsi Skagen di Denmark. Namun, karena tingkat kepadatan perairan laut yang berbeda, perairan laut tetap terpisah atau seperti terbelah meskipun terjadi konvergensi.

Fenomena lautan ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

 

4. Fenomena Uap di Laut Hitam

Ilustrasi gelombang laut
Perbesar
Ilustrasi gelombang laut (Sumber: Pixabay)

Fenomena ini juga disebut sebagai sea smoke, uap yang keluar dari Laut Hitam disebabkan karena kelembapan air samudra yang berlawanan dengan kesejukan angin di atas permukaan air.

Selain menjelaskan misteri lautan di balik uap yang naik dari Laut Hitam, para ahli juga telah membuktikan bahwa fenomena tersebut cukup umum terjadi pada badan air yang lebih kecil.

5. Fenomena Green Flashes atau Cahaya Kilat Hijau

Fenomena green flashes terjadi saat matahari terbenam dan terbit. Biasanya hanya terlihat beberapa detik, kilatan hijau tersebut adalah hasil dari efek prismatik alami dari atmosfer Bumi.

Saat matahari terbenam dan terbit, cahaya yang dipancarkan matahari menyimpang menjadi beberapa warna, yang terlihat dengan memancarkan lampu kilat hijau.

6. Anomali Laut Baltik

Anomali Laut Baltik secara tidak sengaja ditemukan oleh tim ahli selam pada tahun 2011. Para penyelam menemukan entitas melingkar setebal 60 meter hampir di kedalaman 90 meter di Laut Baltik.

Sebuah trek sepertinya mengarah ke entitas, yang diukur oleh para penyelam sekitar 300 meter.

Meskipun berbagai ilmuwan telah memberikan saran yang tak terhitung banyaknya tentang asal-usul entitas, anomali Laut Baltik masih tetap menjadi salah satu intrik dan misteri laut dunia yang belum terpecahkan.


7. Fenomena Brinicle

ilustrasi laut.
Perbesar
ilustrasi laut. (iStockphoto)

Fenomena ini terjadi ketika air asin pekat yang keluar dari dalam es beku yang terbentuk di atas permukaan laut merembes ke kedalaman air. Namun, begitu garam pekat masuk ke bawah permukaan air, karena proses alami ia membeku dan terbentuklah brinikel.

Brinicle atau brinikel terjadi di perairan samudra yang dingin di sekitar kutub.

Banyak yang menyebutnya sebagai tornado es bawah laut atau jari dingin kematian, lainnya stalaktit es dan kristal bawah laut.

8. Fenomena Red Tide

Terjadinya red tide secara teknis disebut sebagai 'Algal Blooming' oleh para ilmuwan.

Fenomena lautan ini terjadi ketika terjadi pertumbuhan atau mekarnya alga yang pesat di perairan samudra. Kehadiran red tide sangat berbahaya karena alga ini dapat berakibat fatal bagi burung, hewan, dan bahkan manusia.

9. Sea Foam (Busa Laut)

Laut yang berbusa disebabkan oleh gangguan organisme yang ada di permukaan air, karena aksi pasang surut yang konstan.

Atau, dalam kasus tertentu, busa laut juga dapat disebabkan karena gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti membuang limbah beracun ke perairan laut.

10. Crop Circle Bawah Air

Pernah dianggap sebagai objek dengan intrik tinggi, crop circle atau sebentuk lingkaran di bawah air telah dijelaskan sebagai demonstrasi kreatif pencarian ikan buntal untuk menemukan pasangannya.

Crop circle ini memiliki lingkar lebih dari enam kaki atau sekitar 1,8 meter. Sering dihiasi dengan cangkang dan barang dekoratif lainnya yang ditemukan di dasar laut.

Crop circle bawah air ditemukan di bawah perairan pulau Jepang Anami Oshima. Beberapa menganggap misteri lautan ini sebagai karya alien.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya