Gerhana Matahari Total Bikin Chile dan Argentina Gelap Gulita Sekitar 2 Menit

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 15 Des 2020, 11:03 WIB
Diperbarui 15 Des 2020, 11:03 WIB
FOTO: Masyarakat Adat Mapuche Saksikan Gerhana Matahari Total di ChileFOTO: Masyarakat Adat Mapuche Saksikan Gerhana Matahari Total di Chile
Perbesar
Keluarga Adat Mapuche menggunakan kacamata khusus untuk mencoba mengamati gerhana matahari total di Carahue, La Araucania, Chile, Senin (14/12/2020). Gerhana matahari total terlihat dari Chile dan wilayah Patagonia utara Argentina. (AP Photo/Esteban Felix)

Liputan6.com, Santiago - Gerhana Matahari Total yang berlangsung sekitar dua menit membuat Chile selatan dan Argentina menjadi gelap gulita pada Senin, 14 Desember 2020.

Hujan deras sempat mengkhawatirkan ribuan pengamat bintang di Chile untuk melihat Gerhana Matahari Total, tetapi pada saat terakhir awan terbelah cukup sehingga fenomena tersebut terlihat sebagian.

"Itu indah, unik. Kenyataannya adalah tidak ada yang memiliki harapan besar untuk melihatnya karena cuaca dan awan, tapi itu unik karena cerah tepat pada waktunya. Itu adalah keajaiban," kata Matias Tordecilla yang emosional, kepada AFP dari kota Pucon di tepi Danau Villarrica.

"Itu adalah sesuatu yang tidak hanya Anda lihat dengan mata Anda tetapi juga rasakan dengan hati Anda," tambah Tordecilla, yang melakukan perjalanan 10 jam bersama keluarganya untuk melihat gerhana, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (15/12/2020).

Di Patagonia Argentina, beberapa keluarga dan orang asing mendirikan kemah di antara kota Villa El Chocon dan Piedra del Aguila dengan harapan bisa melihat gerhana.

Meskipun tidak ada hujan di sana, angin kencang mengancam visibilitas gerhana total kedua di Chile dalam 18 bulan terakhir.

Yang ini terjadi pada pukul 1 siang waktu setempat ketika ribuan turis dan penduduk berkumpul, berharap awan akan menghilang tepat waktu.

"Itu membuat saya merinding," kata warga Pucon Cinthia Vega.

Meskipun ada pembatasan pergerakan yang diberlakukan oleh pihak berwenang untuk memperlambat penyebaran pandemi virus corona, hampir 300.000 wisatawan telah tiba di wilayah Araucania sekitar 800 kilometer (500 mil) di selatan ibu kota Santiago.

Puluhan ilmuwan amatir dan profesional memasang teleskop di lereng gunung berapi Villarrica - salah satu yang paling aktif di Chile - untuk mengamati fenomena saat bulan lewat di antara Matahari dan Bumi.

Pada Juli 2019, sekitar 300.000 orang muncul di gurun Atacama di utara Cile, rumah bagi beberapa observatorium, untuk melihat Gerhana Matahari Total sebelumnya.

 

2 dari 3 halaman

Pihak Berwenang Chile Khawatir Gerhana Menarik Banyak Orang

FOTO: Antusiasme Warga Argentina Menyaksikan Gerhana Matahari Total
Perbesar
Seorang pemuda memakai kacamata pelindung untuk menyaksikan efek "cincin berlian" saat terjadi gerhana matahari total di Piedra del Aguila, Argentina, Senin (14/12/2020). Gerhana matahari total terlihat dari wilayah Patagonia utara Argentina dan dari Araucania di Chili. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Ada lebih dari 570.000 kasus Virus Corona COVID-19 di antara 18 juta populasi dengan hampir 16.000 kematian yang dikonfirmasi.

Kontrol ketat diumumkan untuk area di mana gerhana total akan terlihat, dengan pergerakan bebas dilarang baik sehari sebelum dan sesudah.

Acara ini sangat dinantikan di antara komunitas adat Mapuche Chile, kelompok terbesar di selatan negara itu.

Dalam budaya Mapuche, gerhana menandakan kematian sementara matahari selama pertempuran antara bintang dan kekuatan jahat yang dikenal sebagai "Wekufu".

Penduduk asli dulu menyembah Matahari "seperti Tuhan," kata astronom Jose Maza kepada AFP pekan lalu.

Menurut ahli pribumi Juan Nanculef, orang-orang akan menyalakan api unggun dan meluncurkan "batu dan panah ke udara" untuk membantu matahari dalam pertempurannya melawan Wekufu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓