Bila Charles Raja Inggris, Gelar Perusak Hubungan Putri Diana Bakal Jadi Beban Berat Camilla

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 14 Des 2020, 18:35 WIB
Diperbarui 14 Des 2020, 18:35 WIB
Pangeran Charles dan Camilla
Perbesar
Pangeran Charles dan Camilla di Kapel St George di Windsor, Inggris, mengikuti pemberkatan gereja di upacara pernikahan sipil mereka, 9 April 2005. (ALASTAIR GRANT / POOL / AFP)

Liputan6.com, London - Meskipun tidak diketahui siapa selanjutnya yang akan mengambil alih tahta setelah Ratu Elizabeth II, namun Camilla tidak akan menjadi tokoh yang menonjol jika Pangeran Charles menjadi Raja Inggris.

Berbicara kepada Express.co.uk, penulis kerajaan Clive Irving mengatakan, Duchess of Cornwall akan berhati-hati atas perannya dan akan berusaha untuk tidak terlalu menonjol.

Alasan di balik ini adalah karena citra sebelumnya sebagai orang ketiga dalam pernikahan mendiang Putri Diana dengan Charles, demikian dikutip dari laman The News, Senin (14/12/2020).

"Saya pikir dia akan sangat berhati-hati untuk tetap berada di belakang," kata Clive.

Menulis dalam bukunya The Last Queen: Elizabeth II's Seventy-Year Battle to Save the House of Windsor, dia menjelaskan bahwa Camilla akan selalu membawa beban karena dikenal sebagai "perusak hubungan Putri Diana".

Dan karenanya tidak akan menjadi pusat perhatian bila Charles akan dinobatkan sebagai Raja Inggris.

"Masalah Camilla adalah seluruh sejarah hubungan dan fakta bahwa dia dipandang sebagai perusak hubungan Diana. Itulah beban yang akan dia pikul," katanya.

"Dia sangat tertekan karena Camilla menjadi orang yang merusak pernikahan Charles dan Putri Diana."

2 dari 3 halaman

Warga Inggris Tak Terima Camilla Jadi Ratu?

Pangeran Charles dan Camilla Parker
Perbesar
Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, saat berada di Royal Ascot pada tahun 2007. (AP)

Usia pernikahan Charles dan Camilla sudah lebih dari satu dekade.

Sebuah jajak pendapat yang dikumpulkan Sunday Express pada 2017 mengejutkan banyak pihak. Hasil survei menyatakan, mayoritas warga Inggris tak terima jika Camilla menyandang gelar ratu, seperti dikutip dari laman Express.co.uk.

Sebanyak 67 persen dari mereka menentang langkah tersebut dan hanya ada 19 persen dari warga yang merasa sebaliknya.

Meski begitu, belum ada kepastian akan gelar tersebut. Hanya Charles lah yang akan mengonfirmasi secara resmi kebenaran itu. Dan akan terjawab ketika ratu turun takhta.

Ditambah lagi sikap Ratu Elizabeth yang kerap mempromosikan sosok Camilla. Oleh karenanya, banyak yang berpandangan ratu berniat mewariskan gelarnya kepada istri putra sulungnya itu.

Pada tahun 2012, ratu juga memberi gelar Grand Dame Cross dari Kerajaan Victoria kepada Camilla -- sebagai pengakuan atas layanan pribadinya kepada monarki.

Sama halnya dengan Sunday Express, jajak pendapat yang dilakukan oleh ComRes pada tahun 2015 menemukan 55 persen orang Inggris tak menginginkan Camilla menjadi ratu.

 
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓