Gerhana Matahari Total Muncul 14 Desember 2020, Ini Lokasi Terbaik Melihatnya

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 14 Des 2020, 09:28 WIB
Diperbarui 14 Des 2020, 10:54 WIB
Menyaksikan Gerhana Matahari Total di Langit Chile
Perbesar
Bulan menghalangi matahari selama gerhana matahari total di La Higuera, Chile, Selasa (2/7/2019). Gerhana matahari total secara singkat mengubah siang menjadi malam. (AP Photo/Esteban Felix)

Liputan6.com, Jakarta - Satu-satunya Gerhana Matahari Total di akhir tahun 2020 akan terlihat pada Senin, 14 Desember 2020. Gerhana Matahari total ini akan terlihat di Pasifik Selatan yang meliputi Chile, Argentina, dan Samudra Atlantik selatan.

Sementara gerhana sebagian akan terlihat dari wilayah yang lebih luas di Pasifik. Amerika Selatan bagian selatan dan Antartika juga termasuk di dalamnya.

Dikutip dari laman Space.com, Senin (14/12/2020), Gerhana Matahari terjadi ketika bulan tampak lewat di depan Matahari seperti yang terlihat dari Bumi.

Saat mereka berbaris tepat pada satu titik, Bulan menutupi seluruh Matahari dan menyebabkan gerhana total, sementara di lain waktu hanya menutupi sebagian Matahari dalam gerhana sebagian.

Tidak ada Gerhana Matahari setiap bulan karena orbit bulan miring terhadap Matahari dan tidak selalu sejajar dengan bintang.

Gerhana fase parsial pertama kali akan dimulai pada pukul 8:33 pagi EST (1333 GMT) dan terlihat oleh pengamat di Samudra Pasifik, ribuan mil di lepas pantai tenggara Kepulauan Hawaii.

Fase total gerhana pertama kali akan terlihat hampir satu jam kemudian pada pukul 09.32 pagi EST (1432 GMT).

Gerhana maksimum, atau momen gerhana terbesar di mana gerhana memiliki totalitas terpanjang (atau waktu saat Matahari tertutup bulan), dimulai beberapa jam kemudian pada pukul 11.13 EST (1613 GMT).

Titik gerhana terbesar akan terjadi 18 mil (29 kilometer) barat laut desa dan kota Sierra Colorada di Argentina.

Sayangnya, hanya ada sedikit lokasi di mana orang benar-benar bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total. Namun, masih ada beberapa tempat di mana para pengamat langit dapat melihat ke langit (dengan aman, tanpa melihat langsung tanpa pelindung mata).

 

2 dari 3 halaman

Prediksi Gerhana Matahari Selanjutnya

Gerhana Matahari Gelap Gulitakan Langit Amerika Serikat
Perbesar
Gerhana matahari parsial terlihat di atas Gateway Arch, Missouri, Senin (21/8). Gerhana Matahari Total tahun ini membuat gelap sebagian wilayah Amerika Serikat yang dilintasi oleh bayangan Bulan. (AP Photo/Jeff Roberson)

Kendati demikian, peringatan juga tetap disampaikan. Jangan pernah menatap langsung ke Matahari tanpa kacamata pengaman, karena dapat menyebabkan kerusakan mata yang parah (meskipun mengamati selama fase totalitas singkat dapat dilakukan dengan hati-hati).

Para ilmuwan menggunakan filter khusus pada teropong dan teleskop untuk mengamati Gerhana Matahari dengan aman.

Misalnya, di Cerro Bayo di Rio Negro, Argentina, Gerhana Matahari total akan terlihat di wilayah tersebut sekitar 1 menit dan 53 detik dan akan dapat melihat gerhana total yang dimulai pada pukul 01.10 malam waktu setempat.

Sementara itu, para pengamat di Villarrica, Chile juga akan mengetahui Gerhana Matahari Total dengan durasi dua menit dan sembilan detik untuk dinantikan.

Gerhana total akan dimulai pada pukul 13.02 waktu setempat dan berakhir pada 13:04 waktu setempat, menurut timeanddate.com.

Gerhana tersebut akan memiliki jalur totalitas selebar 56 mil (90 kilometer) dan akan bergerak ke arah timur melintasi Chile dan Argentina.

Lokasi terakhir untuk melihat gerhana adalah Salina del Eje di Argentina. Gerhana Matahari total secara resmi akan berakhir di lepas pantai Namibia setelah melintasi Samudra Atlantik, menurut In-The-Sky.org.

Setelah Gerhana Matahari ini, Gerhana Matahari berikutnya akan menjadi Gerhana Matahari Annular yang akan bergerak di atas Kanada, Greenland, dan wilayah Asia pada 10 Juni 2021.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓