12 Orang Tewas dan 24 Diculik Dalam Serangan di Wilayah Timur Kongo

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 14 Des 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 14 Des 2020, 06:38 WIB
Ilustrasi Garis Polisi (AFP)
Perbesar
Ilustrasi Garis Polisi (AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Serangan dan penculikan terjadi di wilayah timur Republik Demokratik Kongo

Dikutip dari AFP, Senin (14/12/2020) 12 orang tewas dan 24 orang diculik dalam insiden tersebut. Serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok Allied Democratic Forces (ADF). 

Laporan AFP mengatakan bahwa enam orang yang tewas terluka dan enam jenazah lainnya yang diculik telah ditemukan, menurut seorang juru bicara militer Kongo dalam sebuah pernyataan. 

"Kekerasan itu terjadi pada Sabtu pagi (12 Desember) di Beni, provinsi Kivu Utara," terang administrator teritorial di Kongo, Donat Kibwana.

Kelompok ADF disebutkan bertanggung jawab karena membantai sekitar 800 warga sipil selama setahun terakhir di provinsi yang berbatasan dengan Uganda.

Pada Juli 2020, PBB mengatakan serangan kelompok itu bisa merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

 

2 dari 4 halaman

ADF Belum Klaim Bertanggung Jawab atas Beberapa Serangan

Dilarang Melintas Garis Polisi
Perbesar
Ilustrasi Foto Garis Polisi (iStockphoto)

ADF, yang bermula sebagai kelompok pemberontak Muslim Uganda pada tahun 1990-an, adalah satu dari lebih dari 100 kelompok milisi yang melanda provinsi timur Kongo. 

Namun, ADF tidak pernah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan tersebut.

Tetapi sejak April 2019, kelompok ISIS telah mengklaim tanpa memberikan bukti terhadap beberapa serangan yang diduga dilakukan oleh ADF. 

3 dari 4 halaman

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker
Perbesar
Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓