Serangan di Sekolah Nigeria, Ratusan Siswa Dilaporkan Menghilang

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 13 Des 2020, 14:05 WIB
Diperbarui 13 Des 2020, 14:05 WIB
Jenis Senjata Api Pistol
Perbesar
Glock Gun (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan siswa dikhawatirkan menghilang setelah sejumlah orang bersenjata menggerebek sekolah menengah di barat laut Nigeria.

Para penyerang tiba dengan sepeda motor dan mulai menembak ke udara, menyebabkan orang-orang melarikan diri, kata saksi mata, demikian dikutip dari laman BBC, Minggu (13/12/2020).

Mereka menargetkan Sekolah Menengah milik pemerintah Nigeria - di mana lebih dari 800 siswa dikatakan menuntut ilmu di sekolah itu.

Pada Sabtu kemarin, militer mengatakan telah menemukan tempat persembunyian pria bersenjata di dalam hutan dan baku tembak dengan mereka.

Hasilnya tidak jelas tetapi para pejabat mengatakan tidak ada laporan tentang siswa yang terluka.

Sementara itu, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengutuk serangan tersebut dan memerintahkan sekolah untuk melakukan audit penuh terhadap siswa untuk mengetahui berapa banyak yang hilang.

Para orang tua yang berlari ke sekolah untuk membawa pulang anak-anaknya juga diminta untuk memberi tahu pihak sekolah.

Penduduk yang tinggal di dekat sekolah asrama khusus laki-laki di daerah Kankara mengatakan kepada BBC bahwa mereka mendengar tembakan sekitar pukul 23:00 pada Jumat, dan serangan itu berlangsung selama lebih dari satu jam.

Petugas keamanan di sekolah berhasil mengusir beberapa penyerang sebelum bala bantuan polisi tiba, kata para pejabat.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan bahwa selama baku tembak, beberapa pria bersenjata terpaksa mundur. Siswa dapat memanjat pagar sekolah dan lari ke tempat aman, kata mereka.

Sekitar 200 siswa yang melarikan diri dan awalnya dianggap hilang kemudian dikembalikan. Namun, beberapa saksi mata mengatakan mereka melihat sejumlah mahasiswa dibawa pergi oleh orang-orang bersenjata itu.

Seorang petugas polisi Nigeria dibawa ke rumah sakit setelah ditembak dan terluka, kata polisi.

2 dari 3 halaman

Kecaman Gubernur Katsina, Nigeria

Bendera Nigeria (AFP Photo / Sodiq Adelakuin)
Perbesar
Bendera Nigeria (AFP Photo / Sodiq Adelakuin)

Beberapa warga setempat pada Sabtu mengatakan mereka telah bergabung dengan polisi dalam mencari siswa yang masih hilang, sementara banyak orang tua mengatakan mereka telah menarik anak-anak mereka dari sekolah tersebut.

"Sekolah itu kosong, semua siswa telah dikosongkan," kata seorang saksi mata, Nura Abdullahi, kepada kantor berita AFP.

"Beberapa siswa yang melarikan diri kembali ke kota pagi ini, tetapi yang lain naik bus untuk pulang," tambahnya.

Gubernur Katsina, Aminu Bello Massari, telah memerintahkan penutupan segera semua sekolah berasrama di negara bagian itu.

Katsina adalah negara bagian asal Presiden Buhari, yang saat ini berada di sana untuk kunjungan pribadi selama seminggu.

"Saya mengutuk keras serangan bandit pengecut terhadap anak-anak tak berdosa di Sekolah Kankara," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Doa kami bersama keluarga siswa, otoritas sekolah, dan mereka yang terluka."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by