Menkes Taiwan Sebut 'Paspor' COVID-19 Ide Baik Bagi Masa Depan

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 03 Des 2020, 08:03 WIB
Diperbarui 03 Des 2020, 08:03 WIB
Masyarakat Taiwan menggunakan masker ketika menggunakan transportasi umum MRT sebagai upaya pencegahan Virus Corona.
Perbesar
Masyarakat Taiwan menggunakan masker ketika menggunakan transportasi umum MRT sebagai upaya pencegahan Virus Corona. (Source: AFP)

Liputan6.com, Taipei - Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengatakan bahwa pembuatan 'paspor' COVID-19 yang bertujuan untuk menunjukkan riwayat inokulasi dan infeksi orang terhadap Virus Corona jenis baru itu merupakan sebuah ide dan gagasan bagus bagi masyarakat dunia.

Badan penerbangan global IATA mengatakan, bulan lalu sedang mengembangkan satu set aplikasi seluler untuk membantu penumpang menavigasi pembatasan perjalanan akibat COVID-19 dan secara aman membagikan sertifikat uji terhadap virus tersebut.

Berita itu mengemuka tak lama setelah maskapai penerbangan Australia Qantas mengatakan, di masa depan para pelancong internasional harus memiliki vaksinasi COVID-19 sebelum mereka terbang.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (3/12/2020), Taiwan telah mengendalikan pandemi dengan baik berkat pencegahan dini dan efektif.

Pihak otoritas di sana juga berhati-hati tentang kapan akan membuka kembali perbatasannya, yang sebagian besar masih tertutup untuk para warga asing.

Ditanya apakah menurutnya "paspor" COVID-19 IATA bagus, Chen mengatakan hal seperti itu "tidak mudah dilakukan", merujuk pada masalah seperti verifikasi sertifikat antar negara.

"Tapi kami berharap strategi semacam ini dikembangkan, sehingga setiap orang dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang kesehatan atau situasi vaksinasi," katanya kepada wartawan.

"Meskipun tidak mungkin bisa 100 persen, jika mekanisme otentikasi antara negara dan pelabuhan dapat dikembangkan, itu akan membantu," tambah Menkes Taiwan.

 

2 dari 3 halaman

Kasus Impor COVID-19 di Taiwan

Mengintip Para Tahanan di Taiwan Membuat Masker
Perbesar
Para tahanan menggunakan mesin jahit saat membuat masker di Penjara Taipei di Kota Taoyuan, Taiwan utara (10/3/2020). Lebih dari 4.000 orang telah meninggal dan lebih dari 110.000 telah terinfeksi virus corona di seluruh dunia. (AFP/Sam Yeh)

Taiwan menghadapi peningkatan yang lambat tetapi stabil dalam jumlah kasus infeksi Virus Corona COVID-19 impor, yang membuat pemerintah ketakutan meskipun hanya ada sekitar 100 infeksi aktif secara total, dan kini mereka tengah diisolasi atau dirawat di rumah sakit.

Pemerintah telah merespons dengan pengetatan langkah-langkah, termasuk mewajibkan tes COVID-19 negatif untuk hampir semua kedatangan.

Sementara negara lain sedang menjajaki "gelombang perjalanan", Chen mengatakan itu bukanlah sesuatu yang Taiwan pertimbangkan saat ini.

Perjalanan udara yang sangat diantisipasi antara Singapura dan Hong Kong telah ditunda hingga tahun depan, kata otoritas Taiwan karena lonjakan kasus COVID-19 di Hong Kong.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓