Dahulu Warna Hitam, Ini Alasan Jas Dokter Kini Berwarna Putih

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 30 Nov 2020, 18:35 WIB
Diperbarui 30 Nov 2020, 18:35 WIB
ilustrasi dokter
Perbesar
ilustrasi dokter (Foto: Unsplash.com/Arvin Chingcuangco)

Liputan6.com, Jakarta- Banyak calon dokter memimpikan hari ketika mereka akhirnya dapat memamerkan simbol utama dari legitimasi medis, yaitu jas putih.

Faktanya, ini adalah pakaian yang sangat penting sehingga sekolah para dokter mengadakan upacara lengkap yang secara tepat disebut "white coat ceremonies".

Tujuannya untuk menandai pertama kalinya siswa yang masuk dengan mengenakan pakaian putih cerah, demikian dikutip dari laman Mentalfloss.com, Senin (30/11/2020).

Tapi jaket putih tidak selalu menjadi aturan. Jika Anda pernah melihat beberapa drama yang berlatar abad ke-19 atau lebih awal, Anda mungkin ingat dokter keluarga muncul dengan setelan hitam.

Menurut situs Medelita, hitam paling masuk akal untuk alasan kiasan dan literal. Pakaian hitam dianggap formal dan sederhana, sehingga cocok dengan gaya umum kunjungan medis. Hal ini juga dinilai jauh lebih mudah untuk menyembunyikan bercak dan noda pada pakaian gelap daripada pakaian yang terang.

Akan tetapi, pada akhir abad ke-19, para dokter dan ilmuwan mulai menyadari pentingnya menjaga fasilitas sebersih mungkin untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan penyebaran penyakit menular.

Warna putih berarti kebersihan, dan rumah sakit mulai beralih ke seprai putih dan pakaian putih untuk mencerminkan perjuangan mereka melawan kuman.

Seperti yang dijelaskan dokter Mark S. Hochberg dalam artikel 2007 American Medical Association Journal of Ethics, warna putih juga berarti sesuatu yang lain: kebenaran dan transparansi.

Kata keterusterangan, yang berarti "kejujuran" dan "kebebasan", berasal dari kata kerja Latin candere, yang diterjemahkan sebagai "menjadi putih dan bersinar.

2 dari 3 halaman

Proses perpindahan warna putih

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi dokter. (dok. unsplash/@ashkfor121)

Pergeseran busana dokter dari hitam ke putih berlangsung cukup cepat, terbukti dengan dua lukisan seniman Amerika Thomas Eakins.

Dalam karyanya tahun 1875 The Gross Clinic, Dr. Samuel Gross dan rekan-rekan dokternya, semuanya berpakaian hitam, melakukan operasi pada kaki seorang pria.

Kurang dari 15 tahun kemudian, Eakins melukis The Agnew Clinic, yang menggambarkan sekelompok dokter yang berbeda.

Kali ini, dengan baju putih saat mengoperasi pasien lain.

Meskipun jas putih membantu dokter menonjol di rumah sakit yang padat, mantel putih juga diketahui berdampak negatif pada pasien.

"Sindrom jas putih" atau "hipertensi jas putih" menggambarkan peningkatan tekanan darah yang dialami beberapa orang saat mereka masuk ke ruang praktik dokter atau suasana klinis lainnya.

Beberapa dokter, terutama dokter anak, kadang tak menggunakan jas putih untuk membantu menenangkan pasien mereka.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓