Inggris Akan Perpendek Masa Karantina COVID-19 Wisatawan Asing Jadi 5 Hari

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 24 Nov 2020, 09:25 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 09:35 WIB
Pemandangan Sepi Kota London Imbas COVID-19
Perbesar
Pemandangan Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen di London, Inggris (18/3/2020). PM Inggris Boris Johnson mengatakan seluruh sekolah akan ditutup mulai Jumat (20/3) setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi total 2.626 kasus infeksi COVID-19 dan 104 kematian. (Xinhua/Tim Ireland)

Liputan6.com, London- Pihak berwenang Inggris akan memperpendek masa karantina bagi para wisatawan internasional yang datang ke wilayah negara tersebut. 

Dikutip dari AFP, Selasa (24/11/2020), kebijakan baru itu akan mulai berlaku pada 15 Desember mendatang, di mana nantinya wisatawan akan menjalani karantina hanya selama 5 hari, setelah kembali dites negatif COVID-19.  

Sebelumnya, masa karantina bagi orang-orang yang tiba di Inggris ditetapkan selama 14 hari. 

"Strategi pengujian baru kami akan memungkinkan kami melakukan perjalanan lebih bebas, melihat orang yang dicintai, dan menjalankan bisnis internasional," kata Sekretaris Transportasi Inggris, Grant Shapps.

"Dengan memberi orang pilihan untuk melakukan tes pada hari kelima, kami juga mendukung industri perjalanan yang terus membangun kembali dari pandemi," lanjut Shapps. 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Peran Penting Industri Penerbangan dalam Ekonomi Inggris

Pemandangan Sepi Kota London Imbas COVID-19
Perbesar
Pemandangan Piccadilly Circus di London, Inggris (18/3/2020). PM Inggris Boris Johnson pada Rabu (18/3) mengatakan seluruh sekolah akan ditutup mulai Jumat (20/3) setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi total 2.626 kasus infeksi COVID-19 dan 104 kematian akibat penyakit tersebut. (Xinhua/Tim Irelan

London mengubah langkah pencegahan infeksi-nya setelah melihat bukti bahwa tes COVID-19 setelah lima hari karantina "memberikan hasil yang lebih baik secara materi" daripada hanya melakukan tes pada saat kedatangan.

Strategi baru tersebut disertai dengan rencana dukungan ekonomi bagi bandara-bandara di Inggris.

"Industri penerbangan sangat penting bagi perekonomian kita - menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan," kata Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak.

"Paket dukungan baru untuk bandara, bersama dengan langkah pengujian baru untuk kedatangan internasional, akan membantu sektor ini lepas landas sekali lagi saat kami membangun kembali dari pandemi," ujarnya. 

Sejauh ini, Inggris telah mencatat lebih dari 55.000 kematian akibat Virus Corona COVID-19. Jumlah tersebut juga salah satu yang tertinggi di Eropa.

Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H

Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓