WHO: Total Kasus COVID-19 Dunia per Oktober Salip Jumlah pada 6 Bulan Awal

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 22 Nov 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 22 Nov 2020, 08:00 WIB
WHO Umumkan Virus Corona Pandemi Global
Perbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, 11 Maret 2020. WHO menyatakan wabah COVID-19 dapat dikategorikan sebagai "pandemi" karena virus tersebut telah menyebar semakin luas ke seluruh dunia. (Xinhua/Chen Junxia)

Liputan6.com, Jenewa - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkap bahwa kasus Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia dalam sebulan terakhir, jauh lebih banyak dibanding kasus infeksi pada enam bulan pertama saat pandemi mulai muncul. 

Pada 20 November 2020, Ghebreyesus mengatakan dalam penjelasan mingguannya dari markas WHO di Jenewa bahwa rumah sakit dan unit perawatan darurat di seluruh Eropa dan Amerika kini penuh.

Sejak pandemi Virus Corona COVID-19 terjadi pada Maret 2020,  lebih dari 57 juta kasus telah dilaporkan di seluruh belahan dunia dan lebih dari 1,3 juta orang meninggal dunia, menurut John Hopkins Coronavirus Resource Center. 

Jumlah kasus COVID-19 di Eropa per 20 November juga telah melampaui 15 juta, sementera di India lebih dari sembilan juta orang dan Meksiko melaporkan 100 ribu kematian akibat virus tersebut. 

Adapun Meksiko, yang merupakan negara keempat tertinggi di dunia yang mencatat kematian akibat COVID-19 setelah AS, Brasil dan India.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Berikut Ini:


Pfizer dan BioNTech Nyatakan Siap Distribusi Vaksin COVID-19-nya

Australia Selatan Lockdown Lagi, Warga Borong Keperluan di Supermarket
Perbesar
Orang-orang mengantre di supermarket setelah pemerintah negara bagian Australia Selatan mengumumkan penguncian (lockdown) di Adelaide pada Rabu (18/11/2020). Otoritas Australia Selatan memberlakukan lockdown selama enam hari untuk mengendalikan penyebaran virus corona. (Brenton EDWARDS/AFP)

Sementara itu, AS masih menjadi negara dengan jumlah pasien dan korban meninggal akibat COVID-19 tertinggi di dunia. 

Selain itu, Negeri Paman Sam tersebut juga menghadapi rata-rata lebih dari 1.300 kematian per hari akibat COVID-19, yang tertinggi sejak virus itu merebak di seluruh New York pada musim semi lalu.

Perusahaan farmasi Pfizer dan mitranya di Jerman, BioNTech, mengatakan pada 20 November bahwa mereka telah mengajukan otorisasi darurat pada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menggunakan vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan. 

Mereka menyatakan bahwa pihaknya siap untuk memulai distribusi beberapa jam setelah otorisasi.

Langkah itu diajukan setelah perusahaan tersebut mengungkap bahwa hasil pengujian menunjukkan kandidat vaksin eksperimentalnya memiliki tingkat efektifitas 95 persen tanpa masalah keamanan serius hingga saat ini.

Menteri Kesehatan AS, Alex Azar kemudian mengatakan bahwa FDA dapat membuat keputusan tentang penggunaan darurat kandidat vaksin itu dalam beberapa pekan ke depan.


Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya