Di Tengah Penolakan Hasil Pemilu AS, Donald Trump Bakal Hadir APEC 2020 Virtual

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 20 Nov 2020, 11:57 WIB
Diperbarui 20 Nov 2020, 11:57 WIB
Donald Trump
Perbesar
Presiden AS Donald Trump merapikan dasinya saat mengunjungi Owens & Minor Inc., sebuah perusahaan pemasok peralatan medis di Allentown, Pennsylvania, Kamis (14/5/2020). Penampilan Trump saat melakukan kunjungan tanpa mengenakan masker menjadi sorotan di tengah pandemi Covid-19. (AP Photo/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington D.C- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadiri forum virtual Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada Jumat 20 November 2020 waktu setempat.

Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat senior AS.

"Presiden Trump akan berpartisipasi dalam KTT APEC virtual besok (waktu setempat)," kata pejabat tersebut, seperti dikutip dari AFP, Jumat(20/11/2020). 

Trump, akan tetap menghadiri pertemuan itu meski di tengah penolakannya terhadap hasil pemilu AS 2020 yang tengah menjadi perhatian publik hingga saat ini. 

Forum APEC, yang diselenggarakan oleh Malaysia untuk tahun 2020, akan dilangsungkan secara online mengingat pandemi Virus Corona COVID-19 yang belum berakhir.

Meskipun itu, pertemuan tersebut akan tetap mempertemukan 21 pemimpin dan pejabat dari negara-negara Lingkar Pasifik, dan menyumbang sekitar 60 persen dari PDB global.

2 dari 4 halaman

Janji China Soal Keterbukaan Peluang Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

Ini 10 Kandidat yang Masuk Nominasi Person of the Year Versi Majalah Time
Perbesar
Xi Jinping adalah Presiden China, namanya ditulis dalam konstitusi Partai Komunis sehingga menguatkannya sebagai pemimpin negara paling berkuasa dalam beberapa dekade terakhir. (AFP Photo/Pool/Fred Dufour)

Saat berbicara di pertemuan KTT pada 19 November 2020, Presiden Xi Jinping memuji China sebagai titik sumbu dalam perdagangan bebas global, dan berjanji untuk memastikan sektor ekonomi "secara luas" terbuka untuk saat dunia masih memerangi pandemi COVID-19

Selain itu, Presiden Xi Jinping juga mengatakan bahwa wilayah Asia-Pasifik merupakan "cikal bakal pendorong pertumbuhan global" di dunia yang dilanda "berbagai tantangan".

Ia pun menolak segala kemungkinan "pemisahan" ekonomi dari China, sebagai satu-satunya tanggapan terhadap kebijakan perdagangan yang tak harmonis dengan pemerintahan Trump, yang telah membuat China menghadapi tarif dan pembatasan teknologi. 

Sementara itu, The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang tidak mencakup AS, dianggap sebagai kudeta besar bagi China dan bukti lebih lanjut bahwa Beijing menetapkan agenda perdagangan global saat Washington mundur.

3 dari 4 halaman

Infografis Hasil Pilpres AS 2020 dan Gugatan Donald Trump

Infografis Hasil Pilpres AS 2020 dan Gugatan Donald Trump. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Hasil Pilpres AS 2020 dan Gugatan Donald Trump. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓