Kala Kaum Mager Dipuji Jadi Pahlawan yang Perangi COVID-19

pada 18 Nov 2020, 12:08 WIB
Diperbarui 18 Nov 2020, 12:29 WIB
Ilustrasi Tidur
Perbesar
Ilustrasi tidur (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Berlin - Jerman memuji orang-orang yang diam di rumah, bermalasan seperti rakun, sebagai pahlawan selama pandemi COVID-19. Dalam iklan pemerintah terbaru, mereka disebut berjasa membantu negara memerangi Virus Corona jenis baru.

Pemerintah federal Jerman pada Sabtu 14 November 2020 merilis video online yang memberikan pujian terhadap pahlawan tak terduga yang membantu negara melawan pandemi Virus Corona COVID-19, yakni para pecinta leyeh-leyeh. Mager atau malas gerak.

Seperti dikutip dari DW Indonesia, Rabu (18/11/2020), iklan berjudul "#specialheroes - Together against corona," yang berdurasi 1,35 menit itu mengajak orang-orang di Jerman untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh mereka yang senang bermasalan di rumah.

Seorang pengguna Twitter bahkan memposting versi terjemahan bahasa Inggris dari iklan tersebut.

Video pendek itu dimulai dengan cerita seorang lelaki tua yang mengenang “jasa”-nya kepada bangsa, ketika ia masih muda dan menjadi mahasiswa "di musim dingin tahun 2020, saat seluruh perhatian tertuju pada kaum muda kala itu.''

"Saya baru saja berusia 22 tahun dan sedang belajar teknik," ujar narator, "ketika gelombang kedua corona menghantam."

"Di usia itu, kamu ingin berpesta, belajar, berkenalan dengan orang-orang, pergi minum-minum dengan teman-teman ... Namun takdir punya rencana berbeda untuk kami,'' lanjutnya.

Adegan kemudian beralih ke masa saat narator masih muda, diiringi musik dramatis.

"Tiba-tiba nasib negeri ini ada di tangan kami," katanya. "Jadi, kami mengerahkan semua keberanian kami dan melakukan apa yang diharapkan dari kami, satu-satunya hal yang benar."

"Kami tidak melakukan apa-apa. Sama sekali tidak ada. Malas seperti rakun," katanya dengan nada serius.

"Siang dan malam, kami tetap diam di rumah dan berjuang melawan penyebaran Virus Corona COVID-19," lanjutnya.

"Pahlawan" yang dimaksud di video itu terlihat berbaring di sofa sambil membawa pizza.

"Sofa kami adalah garda depan dan kesabaran kami adalah senjata kami," lanjutnya.

Iklan tersebut diakhiri dengan narator yang mengatakan, "Mengenang ke belakang, ini adalah takdir kami ... Inilah cara kami menjadi pahlawan."

Sebuah pesan pemerintah di akhir video kemudian tertulis: "Kamu juga bisa menjadi pahlawan dengan tinggal di rumah."

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.</

2 dari 4 halaman

Jerman Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat

[Fimela] ilustrasi virus Corona
Perbesar
Ilustrasi virus Corona | unsplash.com/@adamsky1973

Sebelumnya pada akhir Oktober, Kanselir Angela Merkel mengatakan kurangnya kedisiplinan membuat Jerman kembali menghadapi situasi sulit pandemi COVID-19. 

Jerman telah melaporkan 775.556 kasus COVID-19 dengan 12.378 kematian. Jerman kini sedang memberlakukan lockdown parsial selama sebulan, dengan menutup restoran, bar, dan pusat kebugaran, serta membatasi jumlah pertemuan di tempat umum dan di rumah.

Kini, pemerintah federal dan negara bagian sedang mempertimbangkan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat, seperti mengurangi jumlah pertemuan orang di ruang pribadi dan mengenakan masker menjadi aturan wajib bagi siswa sekolah.

Pada hari ini Senin (16/11), Merkel dan 16 kepala negara bagian akan membahas potensi aturan baru melalui konferensi video. Dari draf yang dilihat berbagai media, kemungkinan orang-orang akan didesak untuk tak berpesta atau merayakan apapun hingga Natal.

Keluarga juga harus membatasi pertemuan pribadi di lingkup rumah tangga mereka sendiri dan keluarga dari rumah tangga lainnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Perang Global Melawan Corona COVID-19

Infografis Perang Global Melawan Corona
Perbesar
Infografis Perang Global Melawan Corona (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓