Joe Biden Salip Donald Trump di Georgia, Kini Berebut Suara Pemilu AS di Pennsylvania

Oleh Tanti Yulianingsih pada 06 Nov 2020, 18:50 WIB
Diperbarui 06 Nov 2020, 20:07 WIB
Ilustrasi Pilpres AS. (Liputan6.com/Trie Yasni)
Perbesar
Ilustrasi Pilpres AS. (Liputan6.com/Trie Yasni)

Liputan6.com, Georgia - Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden menyusul perolehan suara Donald Trump di Georgia pada Jumat 6 November 2020 pagi waktu setempat. Negara bagian yang condong ke Demokrat itu melaporkan lebih banyak suara absen membuat Biden sedikit unggul.

Donald Trump harus memenangkan Georgia untuk mempertahankan jalur menuju kemenangan perolehan Electoral College; tidak ada Demokrat yang mengusung negara itu sejak 1992.

Mengutip The Washington Post, Jumat (6/11/2020), penghitungan suara belum selesai. Ribuan surat suara yang diminta dari luar negeri dan militer mungkin tiba pada akhir hari Jumat, dan ada surat suara sementara yang tersisa untuk dihitung.

Margin juga terus menyempit di Pennsylvania, tempat Trump saat ini memimpin, sementara Joe Biden unggul di Arizona.

Trump dan sekutunya bertemu dengan dua kekalahan langsung di pengadilan, di Georgia dan Michigan, ketika mereka menekan klaim penipuan yang tidak berdasar sementara proses menghitung surat suara masih berlangsung.

Donald Trump pada Kamis 5 November malam melontarkan omelan dari ruang rapat Gedung Putih, mengklaim sistem pemilu AS penuh dengan kebohongan. Dia terus menyampaikan keluhannya di Twitter.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Joe Biden Minta Semua Pihak Sabar

Banner Infografis Covid-19 Isu Panas Debat Capres Joe Biden Vs Donald Trump. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Banner Infografis Covid-19 Isu Panas Debat Capres Joe Biden Vs Donald Trump. (Liputan6.com/Abdillah)

Pada Kamis 5 November 2020 sore waktu AS, 2 hari setelah proses pemberian suara Pemilu AS 2020 di TPS ditutup, Joe Biden muncul sebentar di Wilmington, Delaware. Ia mengatakan, "setiap surat suara harus dihitung."

“Begitulah cara rakyat Amerika mengekspresikan keinginannya,” Biden menambahkan. "Itu adalah keinginan para pemilih, tak seorang pun - dan tidak ada hal-hal lainnya - yang menentukan pemilihan Presiden Amerika Serikat."

Mantan wakil presiden itu juga menyatakan bahwa "demokrasi terkadang berantakan, sehingga diperlukan sedikit kesabaran."

Joe Biden menyampaikan dirinya bersama pasangan wakil presiden, Senator Kamala Harris, terus "merasa sangat senang dengan perkembangan yang ada."

"Kami yakin jika penghitungan selesai, saya dan Senator Harris akan menjadi pemenang," Biden menegaskan lebih lanjut seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (6/11/2020).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peta Pemilu AS 2020

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Juga Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓