WHO: Menyerah Kendalikan Virus Corona COVID-19 Bisa Berbahaya

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 28 Okt 2020, 09:03 WIB
Diperbarui 28 Okt 2020, 09:03 WIB
Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP)
Perbesar
Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, menyerah dalam pengendalian Virus Corona COVID-19 merupakan hal yang berbahaya. 

Ia pun juga menyerukan diakhirinya politisasi dalam penanggapan COVID-19 pada konferensi pers di Jenewa pada 26 Oktober 2020.

"Ilmu pengetahuan terus memberi tahu kita kebenaran tentang virus ini, bagaimana menahannya, menekannya dan menghentikannya kembali dan bagaimana menyelamatkan nyawa di antara mereka yang terpapar," ujar Tedros, seperti dikutip dari CNN, Selasa (27/8/2020).

Menurut Tedros, banyak negara dan kota di dunia banyak negara dan kota telah mengikuti sains, dan mampu menekan Virus Corona COVID-19 dan meminimalkan jumlah kematian.

"Kepemimpinan yang cepat dan terencana dapat membantu menekannya (COVID-19),"  Tedros. 

Di kesempatan itu, Tedros juga menyebutkan, "Yang akan menyelamatkan nyawa adalah sains, solusi, dan solidaritas".

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Berikut Ini:


Kepala Staf Gedung Putih Sebut AS Tak akan Lagi Kendalikan COVID-19

Ruang Isolasi Di Rsud Cut Meutia
Perbesar
Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa (3/3/2020). RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19). (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Pada 25 Oktober 2020, Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan kepada CNN bahwa AS "tidak akan lagi mengendalikan" pandemi Virus Corona COVID-19.

"Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi, dan area mitigasi lainnya," kata Meadows kepada Jake Tapper dari CNN dalam "State of the Union."

Sementara itu, Tedros mengatakan negara-negara di dunia dapat melakukan keduanya, dan menggarisbawahi bahwa banyak negara Eropa telah melakukannya.

"Kita tidak boleh menyerah dan itulah mengapa kami mengatakan - meskipun kami setuju dengan Kepala Staf bahwa ... melindungi yang rentan itu penting," tutur Tedros.

"Tetapi menyerah dalam mengendalikan bisa berbahaya dan kendali juga harus menjadi bagian dari strategi" tambahnya.

Tedros melanjutkan, bahwa setiap pemerintah dan warga negara harus melakukan bagian mereka dalam menekan COVID-19.

"Kalau dibiarkan bebas bisa memicu malapetaka," imbuh Tedros, seraya menambahkan bahwa hal itu terutama terjadi ketika belum adanya vaksin atau terapi yang tersedia. 


Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya