Rahasia Kuatnya Baju Besi Kumbang Terungkap

Oleh Liputan6.com pada 23 Okt 2020, 20:40 WIB
Diperbarui 23 Okt 2020, 20:40 WIB
Kumbang Natal (Cyron Ray Macey / Flickr / Wikimedia)
Perbesar
Kumbang Natal (Cyron Ray Macey / Flickr / Wikimedia)

Liputan6.com, Jakarta - Kumbang berbaju besi yang kejam adalah salah satu makhluk yang tangguh. Dilengkapi dengan pelindung tubuh yang sangat kuat, serangga tersebut dapat bertahan hidup saat terinjak atau bahkan tertabrak mobil.

Sekarang para ilmuwan telah menyelidiki rahasia bagaimana kumbang dapat menahan kekuatan hingga 39 ribu kali berat tubuhnya.

Dan temuan ini bisa memberi petunjuk untuk membangun bahan yang lebih keras untuk digunakan dalam konstruksi dan aeronautika. Dari penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Nature, dapat menghasilkan "bahan yang kuat dan tahan benturan," kata tim yang dipimpin David Kisailus dari University of California, Irvine seperti dikutip dari BBC, Jumat (23/10/2020).

Serangga Kumbang yang berpakaian besi yang kejam (Phloeodes diabolicus) ditemukan di bagian AS dan Meksiko, di mana ia hidup di bawah kulit pohon atau di bawah bebatuan. Kumbang ini memiliki salah satu kerangka luar terkuat dari semua serangga yang ada.

Kolektor serangga, awalnya menyadari hal ini dan mencoba memasang spesimen ke papan dengan pin baja standar. Pin mereka bengkok dan patah, dan mereka harus menggunakan bor untuk menembus selubung luar yang keras.

2 dari 3 halaman

Kekuatannya Melebihi Berat Tubuhnya

Restoran di Bangkok Sajikan Serangga
Perbesar
Kumbang air yang dapat dimakan ketika disiapkan untuk hidangan di dapur restoran Insects in the Backyard, Bangkok, 15 Agustus 2017. Restoran ini menjadi yang pertama membuka menu hidangan makanan dengan kombinasi serangga. (LILLIAN SUWANRUMPHA/AFP)

Kumbang, setelah kehilangan kemampuan untuk terbang menjauh dari bahaya, akan mengembangkan sayap depan yang tahan terhadap benturan (dikenal sebagai elytra). Hal itu bertujuan untuk bertahan hidup saat dipatuk sampai mati oleh burung yang lapar.

Para peneliti menggunakan mikroskop, spektroskopi, dan pengujian mekanis, untuk mengungkap rahasianya. Peneliti berhasil mengidentifikasi adanya serangkaian sambungan berbentuk jigsaw yang saling bertautan di dalam exoskeleton, yang memungkinkan kumbang menahan kekuatan hingga 149 Newton (sekitar 39.000 kali berat dari badan makhluk itu).

Untuk menguji potensi jenis struktur sebagai cara untuk menggabungkan material yang berbeda, seperti plastik dan logam, para ilmuwan membuat serangkaian sambungan dari logam dan komposit, berdasarkan yang terlihat pada kumbang. Mereka mengatakan desain mereka meningkatkan kekuatan dan ketangguhan material tersebut.

Bahan alami lainnya, seperti tulang, gigi, dan cangkang, bahan ini telah lama menjadi inspirasi bagi para ilmuwan yang ingin mengembangkan materi baru. Banyak yang memiliki kinerja mekanis yang luar biasa, serta kekuatan, ketangguhan, dan kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri.

 

 

Reporter: Romanauli Debora

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓