Berita Palsu Perang Saudara di Pakistan Hebohkan Media Sosial India

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 23 Okt 2020, 16:52 WIB
Diperbarui 23 Okt 2020, 16:52 WIB
Perbatasan de facto antara India dengan Pakistan.
Perbesar
Perbatasan de facto antara India dengan Pakistan. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Berita palsu telah beredar luas di situs-situs India dan media sosial pada pekan ini, yang kemudian menghasilkan klaim bahwa perang saudara telah pecah di kota Karachi, Pakistan.

Mengutip BBC, Jumat (23/10/2020), laporan tersebut muncul setelah media Pakistan setempat mengatakan pasukan telah menculik kepala polisi provinsi untuk memaksanya menangkap seorang pemimpin oposisi. 

Kisah itu dengan cepat diangkat dari perbatasan musuh bebuyutan Pakistan, India, di mana laporan-laporan berkembang lebih jauh - mengatakan bentrokan antara polisi dan tentara telah mengakibatkan kematian banyak polisi dan tank Karachi terlihat di jalanan.

Sebuah video palsu yang beredar di Twitter bahkan diklaim memperlihatkan beberapa dugaan kerusuhan.

Pada kenyataannya, tidak ada satupun yang benar. Banyak polisi lokal dan anggota oposisi yang marah dengan kejadian seputar penangkapan politisi tersebut - tetapi tidak ada kekerasan.

Pakistan dan India telah menjadi musuh bebuyutan dan terkenal telah lama menggunakan propaganda untuk melawan satu sama lain. Hingga saat ini, mereka telah berperang tiga kali sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Tahun lalu, Facebook bahkan memblokir jaringan yang terkait dengan militer Pakistan dan jaringan global situs web palsu serta wadah pemikir pro-India, yang bertujuan memengaruhi pengambilan keputusan di Eropa.

Tapi yang penting kali ini adalah jumlah akun terverifikasi dan outlet berita yang tampaknya memiliki reputasi baik, yang akhirnya memberikan berita palsu kepada jutaan pengikut dan pembaca.

 
2 dari 3 halaman

Kontroversi India dan Pakistan

Ilustrasi keadaan di Kashmir, perbatasan India dan Pakistan (AFP Photo)
Perbesar
Ilustrasi keadaan di Kashmir, perbatasan India dan Pakistan (AFP Photo)

Kontroversi antara India dan Pakistan kian memanas sejak perang pertama pecah. 

Namun baru-baru ini, amarah tampaknya membara ketika panglima militer Pakistan memerintahkan penyelidikan atas keadaan seputar penangkapan Safdar Awan, menantu mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif pada hari Selasa.

Sehari sebelumnya telah terjadi unjuk rasa besar-besaran melawan pemerintah Perdana Menteri Pakistan saat ini Imran Khan di Karachi, kubu oposisi yang merupakan ibu kota provinsi Sindh.

Tetapi kemudian pada Selasa malam sebuah akun yang sampai sekarang tidak dikenal men-twit bahwa perdebatan antara tentara dan polisi telah pecah, dengan munculnya banyak tank-tank di jalan-jalan Karachi dan sedikitnya lima korban.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓