Rusuh Antrean Visa Pakistan di Afghanistan, 11 Perempuan Tewas Terinjak

Oleh Liputan6.com pada 22 Okt 2020, 11:24 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 11:57 WIB
Jenazah
Perbesar
Ilustrasi Foto Jenazah (iStockphoto)

Liputan6.com, Kabul - Sebuah kerusuhan terjadi di tengah-tengah ribuan warga Afghanistan yang sedang menunggu untuk mendapatkan visa ke Pakistan, di sebuah stadion sepak bola di Provinsi Nangarhar. Sedikitnya 11 perempuan tewas akibat terinjak-injak.

"Mereka yang tewas umumnya yang berusia lanjut. Ia juga mengungkapkan, 13 orang lainnya, umumnya perempuan, juga cedera dalam peristiwa itu," ujar Gubernur Nangarhar Attaullah Khogyani seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (22/10/2020).

Dalam sebuah insiden terpisah, sedikitnya 34 polisi Afghanistan tewas setelah disergap kelompok militan Taliban di wilayah utara Afghanistan.

Penyergapan tersebut merupakan serangan yang paling banyak menelan korban jiwa sejak Taliban dan pemerintah Afghanistan mulai mengadakan pembicaraan perdamaian yang sudah lama tertunda pada bulan lalu.

Pembicaraan itu sendiri merupakan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani oleh AS dan Taliban Februari lalu, dan dipandang banyak pihak sebagai peluang terbaik untuk mewujudkan perdamaian dan mengakhiri perang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sejauh ini belum ada komentar atau pengakuan bertanggung jawab dari Taliban, yang mengontrol kawasan di mana serangan terjadi.

 

2 dari 3 halaman

Lebih dari 19 Ribu ke Pakistan Visa Dikeluarkan

Ilustrasi visa dan paspor.
Perbesar
Ilustrasi visa dan paspor. (iStockphoto)

Kedubes Pakistan di Kabul mengatakan telah mengeluarkan lebih dari 19 ribu visa dalam sepekan terakhir, menyusul keputusan Islamabad memberlakukan kebijakan visa persahabatan dan membuka kembali perbatasannya September lalu setelah berbulan-bulan tutup.

Mengantisipasi lonjakan jumlah pelamar visa setelah delapan bulan tutup, Konsulat Pakistan di Nangarhar mengalihkan operasinya ke stadion sepakbola.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓