Peneliti Australia Kuak Jalur Lain yang Digunakan Virus COVID-19 Masuk ke Sel Manusia

Oleh Liputan6.com pada 22 Okt 2020, 08:01 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 08:01 WIB
Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).
Perbesar
Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).

Liputan6.com, Jakarta - Virus Corona atau SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit COVID-19, menggunakan reseptor ACE2 pada sel manusia sebagai pintu masuk dengan mengikatkan protein lonjakan (spike protein) ke reseptor tersebut. Namun, ternyata ada pintu masuk lain yang ditemukan para peneliti dari Australia.

Bersama dengan kolega internasional mereka, para peneliti menemukan jalur lain yang digunakan SARS-CoV-2 untuk masuk ke dalam sel manusia, yang mungkin dapat menjelaskan tingginya tingkat infeksi Virus Corona baru dibandingkan dengan virus serupa lainnya.

Dalam dua penelitian yang dirilis pada Rabu 21 Oktober, para peneliti dari Universitas Queensland (UQ) di Australia dan rekan mereka di Eropa menemukan bahwa Virus Corona baru juga dapat menggunakan reseptor lain, yang disebut neuropilin untuk masuk ke dalam sel manusia.

"Kini kami mengetahui bahwa selain reseptor ACE2 yang sudah diketahui, protein lonjakan itu mengikat reseptor kedua pada sel inang yang disebut neuropilin," papar Prof. Brett Collins, salah satu peneliti dari Institut Biosains Molekuler UQ.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Jalur Kunci Infektivitas

Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

"Kami menggunakan kristalografi sinar-X untuk melihat struktur protein itu pada tingkat atom dan menggambarkan lokasi pengikatan pada tingkat detail yang sangat tinggi."

Fakta bahwa antibodi yang memblokir reseptor neuropilin NRP1 mampu mengadang infeksi hingga 40 persen benar-benar menunjukkan jalur ini adalah kunci infektivitas (kemampuan menginfeksi) virus tersebut, menurut peneliti, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (22/10/2020).

NRP1 ditemukan pada berbagai sel manusia, yang dapat menjelaskan mengapa virus SARS-CoV-2 juga dapat menyerang sel otak manusia, dengan konsekuensi jangka panjang yang belum diketahui, menurut Prof. Frederic Meunier, salah satu peneliti dari Institut Otak Queensland UQ.

"Penemuan bahwa NRP1 mengikat protein lonjakan membuka pintu untuk penelitian mendalam tentang neurotropisme virus, kemampuannya untuk menginfeksi jaringan saraf, serta jalan terapeutik baru," kata Meunier.

3 dari 4 halaman

Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H

Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓