PM Yoshihide Suga Sebut Stabilitas Laut China Selatan Sejalan dengan Visi Jepang

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 21 Okt 2020, 13:19 WIB
Diperbarui 21 Okt 2020, 13:19 WIB
Kunjungan PM Jepang ke Vietnam
Perbesar
Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga melambaikan tangan saat berjalan setibanya di Istana Kepresidenan, di Hanoi, Vietnam, Senin (19/10/2020). Yoshihide Suga melakukan kunjungan resmi ke Vietnam hingga 20 Oktober 2020. (AP Photo/Minh Hoang, Pool)

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa stabilitas di Laut China Selatan merupakan hal penting dan menjadi salah satu fokus dari negaranya.

Stabilitas di Laut China Selatan dinilai Suga merupakan hal sejalan dengan visi Jepang di kawasan Indo Pasifik.

Dalam press briefing di Jakarta pada Rabu (21/10/2020), PM Suga menginginkan kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka atau FOIP (Free and Ipen Indo-Pasific).

"Jepang ingin mengembangkan kerjasama dengan Indonesia dengan tujuan menjaga kawasan Indo Pasifik. Kami ingin mengembangkan kerjasama pertahanan, transfer teknologi, hingga penguatan sumber daya manusia," ujar Yoshihide Suga.

PM Suga juga turut menyinggung kawasab Indo Pasifik yang makmur dan damai.

"Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi kami ingin menciptakan Indo Pasific yang makmur dan damai bersama Jepang," ujar PM Suga.

"Jika ASEAN dan Jepang tingkatkan konektivitas ini akan membawa kemakmuran dan pondasi Indo Pasifik yang baik," tambahnya.

Dalam pernyataannya, salah satu alasan PM Suga memilih Indonesia sebagai salah satu lokasi yang dikunjungi lantaran RI merupakan negara dengan jumlah penduduk dan GDP yang besar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Ingin Ada Kekerasan

Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan PM Jepang
Perbesar
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menggelar konferensi pers bersama saat menerima kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara. (INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE/AFP)

Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide tidak akan mengizinkan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan dan kekerasan terkait Laut China Selatan.

"Kami tidak mengizinkan tindakan yang bisa meningkatkan ketegangan terkait masalah Laut China Selatan," ujar dalam PM Jepang dalam press briefing pada Rabu, 22 Oktober 2020 di Hotel Fairmont Jakarta.

"Hukum harus tetap ditegakkan dan jangan ada intimidasu dan kekerasan. Itu yang penting," jelas PM Suga.

Menurutnya, upaya bersama mencari solusi adalah hal yang tepat dalam permasalahan ini.

"Kita harus mencari solusi yang damai dan saya ingin kerja sama yang baik dengan Indonesia," jelas PM Jepang tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak video berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓