Media Jepang Soroti Bantuan Utang Rp 6,9 Triliun dari PM Yoshihide Suga ke Jokowi

Oleh Tommy Kurnia pada 21 Okt 2020, 13:37 WIB
Diperbarui 21 Okt 2020, 13:37 WIB
Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan PM Jepang
Perbesar
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kiri) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saling menyapa saat konferensi pers bersama di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara. (INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menjanjikan bantuan pinjaman fiskal sebesar 50 miliar yen atau Rp 6,9 triliun. Utang itu disebut memiliki bunga yang rendah. 

Bantuan tersebut diberikan pada pertemuan antara PM Suga dan Presiden Jokowi untuk melawan dampak ekonomi COVID-19 di Indonesia. Media-media Jepang turut memantau pemberian utang ini. 

Pada laporan Kyodo, Rabu (21/10/2020), PM Yoshihide Suga disebut berusaha memperat relasi dengan negara-negara Asia Tenggara untuk melawan pengaruh China.  

"Kami akan mempromosikan kerja sama lebih jauh dengan Indonesia yang merupakan negara maritim di Indo-Pasifik dan mitra strategis termasuk dalam melawan Virus Corona bersama-sama," ujar Suga. 

Bantuan yang diberikan juga akan dipakai untuk melawan bencana alam. Dan ternyata, Jepang juga sudah memberi utang ke Indonesia sebesar 32 miliar yen (Rp 4,4 triliun) pada Februari 2020.

Media The Japan Times dan Mainichi turut merilis laporan mengenai utang dari PM Yoshihide Suga tersebut. 

Indonesia juga disebut mengalami penyebaran terburuk di wilayah Asia Tenggara dengan lebih dari 360 ribu konfirmasi positif dan 12 ribu kematian.  

Sementara, berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 di Jepang mencapai 93 ribu dengan 1.679 pasien meninggal.

(1 yen = Rp 138)

Bahas Travel

Jokowi Terima Kunjungan Kenegaraan PM Jepang
Perbesar
Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kiri), sama-sama mengenakan masker sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, mendengarkan lagu kebangsaan saat upacara penyambutan di Istana Bogor, 20 Oktober 2020. (Laily Rachev/Indonesian Presidential Palace via AP)

PM Yoshihide Suga mengatakan, Presiden Jokowi setuju untuk mengizinkan travel bagi para trainee untuk perawat ke Jepang. Hal itu akan dikoordinasikan oleh menteri luar negeri Indonesia dan Jepang pada bulan November.

Presiden Jokowi juga disebut mengajak PM Suga untuk menjaga ketertiban di komunitas internasional. Media Jepang berkata Jokowi memberikan referensi terselubung tentang ketegangan Amerika Serikat dan China.

"Potensi kerja sama multilateral saat ini terancam oleh persaingan ketat antara kekuatan dunia, dan kami meminta bantuan Jepang agar membantu agar berbagai hal kembali normal," ujar Jokowi seperti dikutip media Jepang.

Jepang Sempat Bahas Pertahanan Militer dengan Vietnam

Kunjungan PM Jepang ke Vietnam
Perbesar
PM Jepang, Yoshihide Suga (kanan) bersama PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc saat upacara penyambutan tamu negara di Istana Kepresidenan, di Hanoi, Vietnam, Senin (19/10/2020). Yoshihide Suga melakukan kunjungan resmi ke Vietnam hingga 20 Oktober 2020. (Kham/Pool Photo via AP)

Sebelum tiba ke Indonesia, PM Suga lebih dahulu berkunjung ke Vietnam. Di sana ia turut membahas industri pertahanan. 

Dilaporkan Kyodo, Senin 19 Oktober 2020, PM Suga melihat Vietnam sebagai cornerstone untuk mewujudkan "kawasan Indo-Pasifik yang damai dan terbuka." Vietnam merupakan salah satu negara yang bersengketa dengan China terkait laut tersebut.

Kunjungan PM Suga ke Vietnam seiring dengan tindakan China yang makin asertif di Laut China Selatan.

PM Suga berjanji bahwa Jepang akan berkontribusi pada "perdamaian dan kesejahteraan di kawasan."

Pada kunjungan ini, Jepang siap mengekspor peralatan dan teknologi pertahanan ke Vietnam, termasuk pesawat patroli dan radar. Peralatan itu berguna untuk menunjang kapabilitas pengintaian Vietnam.

Isu lain yang dibahas adalah implementasi "jalur bisnis" pada penerbangan. Tujuannya agar memudahkan pekerja terampil untuk bisa travel tanpa karantina 14 hari dengan syarat tertentu.

PM Phuc juga mendukung program PM Suga terkait warga Jepang yang diculik Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an agar dapat pulang dengan aman.

Infografis Indonesia Negara Berkembang Pengutang Terbesar ke-6

Infografis Indonesia Negara Berkembang Pengutang Terbesar ke-6. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Indonesia Negara Berkembang Pengutang Terbesar ke-6. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓