Israel Luncurkan Serangan Rudal ke Suriah Selatan, Sekolah di Quneitra Jadi Target

Oleh Liputan6.com pada 21 Okt 2020, 10:25 WIB
Diperbarui 21 Okt 2020, 10:30 WIB
Ilustrasi serangan udara di provinsi Idlib Suriah yang bergejolak (AFP/Omar Haj Kadour)
Perbesar
Ilustrasi serangan udara di provinsi Idlib Suriah yang bergejolak (AFP/Omar Haj Kadour)

Liputan6.com, Quneitra - Serangan rudal Israel menghantam Provinsi Quneitra di Suriah selatan.

"Misil mengenai sekolah di pedesaan utara Quneitra," lapor kantor berita resmi SANA, tanpa memberikan detail tambahan.

Dikutip dari AFP, Rabu (21/10/2020), observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris juga melaporkan serangan rudal di daerah tersebut. Mengatakan bahwa Israel kemungkinan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Menurut laporan SANA yang dikutip dari Haaretz, serangan itu menargetkan sebuah sekolah di Desa Al Huriah di Provinsi Quneitra yang berada di Dataran Tinggi Golan Suriah. Sementara kelompok Oposisi Suriah melaporkan serangan itu menargetkan posisi Hizbullah di desa tersebut.

Pengawas perang mengatakan bahwa serangan itu menghantam pangkalan milisi pro-Iran.

Sebelumnya pada hari Selasa, tentara Israel dilaporkan menyerang infrastruktur bawah tanah Hamas di Jalur Gaza selatan.

Tentara mengatakan bahwa itu merupakan balasan atas roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza ke Israel sebelumnya, yang dicegat oleh pertahanan rudal Iron Dome.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah militer mengatakan telah menemukan terowongan ofensif yang membentang dari Gaza dan masuk ke wilayah Israel. Sejauh ini tak diketahui dari faksi Gaza mana terowongan itu, tetapi Hamas disebut bertanggung jawab atas hal tersebut.

2 dari 3 halaman

Israel telah Melakukan Ratusan Serangan Udara dan Rudal ke Suriah Sejak 2011

Ilustrasi Suriah. (AP)
Perbesar
Ilustrasi Suriah. (AP)

Israel telah melakukan ratusan serangan udara dan rudal di Suriah sejak perang saudara meletus pada 2011. Serangan-serangan tersebut menargetkan pasukan Hizbullah Iran dan Lebanon serta pasukan rezim pemerintah.

Sementara itu, Rusia bersama Iran telah menjadi pendukung utama rezim Damaskus dalam perang saudara selama sembilan tahun tersebut.

Pihak Israel juga tak jarang mengakui serangan yang dilancarkan terhadap Suriah.

Sebagai informasi, perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi sejak dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.

 

Reporter: Ruben Irwandi

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓