284 Infeksi Baru, Kasus Harian Tertinggi Tokyo Jepang Sejak Agustus 2020

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 16 Okt 2020, 15:16 WIB
Diperbarui 16 Okt 2020, 16:11 WIB
Jepang Konfirmasi Lebih dari 280 Kasus Baru Virus Corona
Perbesar
Orang-orang dengan masker wajah berjalan melalui jalan perbelanjaan di Tokyo (15/10/2020). Ibukota Jepang mengonfirmasi lebih dari 280 kasus virus korona baru pada hari Kamis. (AP Photo/Hiro Komae)

Liputan6.com, Tokyo- Tokyo telah mencatat 284 kasus baru Virus Corona COVID-19 pada 15 Oktober. 

Bertambahnya kasus COVID-19 itu tercatat sebagai peningkatan harian tertinggi sejak 20 Agustus 2020.

Dilaporkan CNN, Jumat (16/10/2020), kenaikan tersebut menjadikan total kasus COVID-19 di Ibu Kota Jepang kini menjadi 28.420, menurut Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Sementara itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike mendesak warga Ibu Kota Jepang tersebut untuk tetap waspada di tengah pandemi yang belum berakhir, dengan sejumlah ahli yang menganalisa "peningkatan kegiatan ekonomi dan klaster infeksi baru akan memicu peningkatan lonjakan kasus. 

"Kami membutuhkan kewaspadaan lebih lanjut atas tren ini," terang Yuriko Koike.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kasus COVID-19 di Jepang Capai 92 Ribu

Aktivitas Warga Tokyo di Tengah Penambahan Kasus COVID-19
Perbesar
Orang-orang yang mengenakan masker pelindung untuk membantu mengekang penyebaran virus corona berjalan di jalan perbelanjaan di Tokyo, Jepang, Rabu (14/10/2020). Tokyo mengonfirmasi lebih dari 170 kasus virus corona baru pada hari Rabu. (AP Photo/Koji Sasahara)

Secara nasional, per 15 Oktober, Jepang telah mencatat 707 kasus baru dan empat kematian akibat Virus Corona COVID-19, yang merupakan peningkatan harian tertinggi sejak 10 September 2020.

Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di negara tersebut kini telah mencapai 92.143 dengan 1.663 kematian. 

Pemerintah pusat Jepang menyebutkan kenaikan kasus COVID-19 baru-baru ini terkait pada keinginan masyarakat untuk kembali ke "kehidupan normal".

"Keinginan publik untuk kembali ke kehidupan normal mengaktifkan pergerakan masyarakat dan mengakibatkan meluasnya klaster infeksi," kata pemerintah setempat. 

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓