Tabrakan Dua Helikopter Militer Terjadi di Afghanistan, 9 Tentara Tewas

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 15 Okt 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 15 Okt 2020, 07:30 WIB
[Bintang] Kecelakaan Helikopter di Pakistan
Perbesar
Ilustrasi helikopter militer Pakistan (Via: nation.com.pk)

Liputan6.com, Kabul - Dua helikopter tentara Afghanistan bertabrakan saat mengangkut tentara yang terluka di provinsi Helmand selatan, hingga menewaskan sembilan anggota dinas Afghanistan, kata Kementerian Pertahanan negara itu dan pejabat setempat.

Dikutip dari laman Daily Sabah, Kamis (15/10/2020), dua helikopter Mi-17 era Soviet jatuh karena masalah teknis saat lepas landas di distrik Nawa, kata pernyataan Kementerian Pertahanan Afghanistan. 

Sembilan orang yang tewas menjadi korban adalah semua awak dan tentara Afghanistan yang berada di dalam pesawat. Saat ini, insiden tersebut masih sedang diselidiki.

Omer Zwak, juru bicara gubernur provinsi Helmand, mengatakan helikopter tersebut membawa tentara yang terluka ketika mereka jatuh pada Selasa malam.

Dia mengatakan bahwa selama seminggu terakhir, pejuang Taliban telah melancarkan serangan terkoordinasi di berbagai bagian provinsi Helmand, yang telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Tiga pejabat lokal di provinsi Helmand mengatakan helikopter itu mengerahkan pasukan komando Afghanistan untuk mengusir serangan Taliban di distrik Nawa, dan mengevakuasi tentara yang terluka dalam penerbangan mereka kembali. 

 

Para pejabat Afghanistan berbicara tanpa menyebut nama karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media tentang kegiatan militer.

2 dari 2 halaman

Serangan dari AS?

20151011-Helikopter
Perbesar
Ilustrasi helikopter.

Pada hari Senin, pasukan Amerika mengatakan bahwa mereka telah melakukan beberapa serangan udara di provinsi Helmand untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan yang diserang oleh Taliban. Kolonel Sonny Leggett, juru bicara militer AS di Afghanistan, mengatakan bahwa serangan Taliban baru-baru ini di Helmand "tidak konsisten" dengan kesepakatan AS-Taliban yang ditandatangani pada Februari dan merusak pembicaraan perdamaian intra-Afghanistan yang sedang berlangsung.

Dia mengatakan serangan udara itu tidak melanggar kesepakatan pada Februari lalu.

Ribuan warga sipil Afghanistan telah melarikan diri dari distrik Nawa dan Nad Ali karena pertempuran itu, kata Atiqullah, seorang pemimpin komunitas lokal dari distrik Nawa.

“Tidak ada yang tersisa untuk kami, kami kehilangan segalanya, termasuk rumah, harta benda dan ternak kami,” katanya. Dia dan keluarganya melarikan diri untuk tinggal bersama kerabatnya di kota Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand.

"Taliban telah melancarkan serangan terhadap pos pemeriksaan keamanan, dan mereka menguasai sebagian besar distrik Nawa," tambahnya.

Secara terpisah, tiga warga sipil tewas dan 14 lainnya luka-luka di provinsi timur Laghman oleh alat peledak magnet yang dipasang pada kendaraan polisi, kata Shafiullah Afghanyar, juru bicara polisi provinsi.

Tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sekitar 35.000 orang telah melarikan diri dari pertempuran sengit di provinsi Helmand dalam beberapa hari terakhir, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan pada hari Selasa bahwa sekitar 200 orang telah terbunuh atau terluka selama serangan besar-besaran yang dilancarkan Taliban.

Lanjutkan Membaca ↓