Ilmuwan Temukan Banyak Planet Layak Huni di Angkasa Luar, Ada yang Siap Gantikan Bumi?

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 14 Okt 2020, 20:40 WIB
Diperbarui 14 Okt 2020, 20:40 WIB
ilustrasi pesawat luar angkasa
Perbesar
Ilustrasi perjalanan ke luar angkasa SpaceX (Foto: SpaceX)

Liputan6.com, Jakarta - Setidaknya ada dua lusin planet di luar tata surya yang mungkin lebih baik sebagai tempat berjalannya kehidupan daripada Bumi.

Mengutip Live Science, Rabu (14/10/2020), planet-planet ini hanya sedikit lebih tua, sedikit lebih basah, sedikit lebih hangat dan sedikit lebih besar dari Bumi, tulis para peneliti pada 18 September di jurnal Astrobiology.

Semua faktor ini dapat berarti bahwa beberapa planet ini adalah tempat terbaik untuk mencari kehidupan di luar bumi. 

"Kita harus fokus pada planet tertentu yang memiliki kondisi paling menjanjikan untuk kehidupan yang kompleks. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak terjebak mencari Bumi kedua karena mungkin ada planet yang mungkin lebih cocok untuk kehidupan daripada kita," ujar ahli astrobiologi Universitas Washington, Dirk Schulze-Makuch.

Para astronom telah menemukan lebih dari 4.000 exoplanet, atau planet di luar tata surya kita, sejauh ini walaupun sebagian besar tidak terlalu kondusif untuk kehidupan. Misalnya, planet KELT-9b sangat panas sehingga atmosfernya terus mencair. Planet paling gelap yang diketahui, TrES-2b, memiliki suhu atmosfer 1.800 derajat Fahrenheit (980 derajat Celsius).

Di ujung lain dari spektrum yang tidak bersahabat adalah GJ 433 d, yang penemunya menggambarkannya sebagai planet paling dingin mirip Neptunus yang pernah ditemukan. 

Tetapi ada juga banyak planet dalam zona layak huni bintang mereka, atau jarak yang "tepat" yang kondusif untuk suhu permukaan yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin untuk kehidupan seperti yang kita tempati saat ini. 

Schulze-Makuch dan rekan-rekannya bertujuan untuk mengidentifikasi planet ekstrasurya yang paling "dapat dihuni."

2 dari 2 halaman

Kriteria Planet Layak Huni

Ilustrasi Planet di Luar Tata Surya
Perbesar
Ilustrasi Planet di Luar Tata Surya. Kredit: Deviantart/Extrasolar

Planet yang lebih layak huni mungkin menyerupai Bumi pada awal Carboniferous, sekitar 359 juta tahun yang lalu, ketika sebagian besar daratan dunia memiliki iklim tropis hutan hujan.

Versi bumi yang lebih baik mungkin juga memiliki bulan yang sedikit lebih besar atau bulan yang sedikit lebih dekat ke planet, yang akan membantu menstabilkan orbitnya dan mencegah goyangan yang mengganggu kehidupan, tulis para peneliti.

Para peneliti menghasilkan seperangkat parameter yang akan digunakan untuk memenuhi semua kriteria tersebut.

Menurut parameter ini, planet sempurna yang dapat dihuni manusia berada di orbit di sekitar bintang katai K, yang merupakan bintang relatif kecil yang sedikit lebih dingin dari matahari kita (yang dianggap katai kuning); berusia sekitar 5 miliar hingga 8 miliar tahun; sekitar 10% lebih besar dari Bumi; suhunya sekitar 9 Fahrenheit (5 derajat Celcis) lebih hangat dari Bumi, lembab dengan suasana 25% sampai 30% oksigen, dengan tanah dan air yang tersebar.

Planet yang sempurna juga akan memiliki lempeng tektonik atau proses geologi serupa untuk mendaur ulang mineral dan nutrisi melalui kerak bumi dan untuk menciptakan habitat dan topografi yang beragam, dan akan memiliki bulan antara 1% dan 10% dari ukurannya yang mengorbit dalam jarak sedang.

Lanjutkan Membaca ↓