Kisah Guru di AS Sukses Tanam Labu Seberat 1.066 Kg dan Menang Kontes

Oleh Natasha Khairunisa AmaniLiputan6.com pada 14 Okt 2020, 09:01 WIB
Diperbarui 14 Okt 2020, 09:01 WIB
Travis Gienger, befoto di samping labu seberat 1,066 kilogram, dalam kontes Safeway World Championship Pumpkin Weigh-Off di Half Moon Bay, California AS. (Photo credit:AP Photo/Jeff Chiu)
Perbesar
Travis Gienger, befoto di samping labu seberat 1,066 kilogram, dalam kontes Safeway World Championship Pumpkin Weigh-Off di Half Moon Bay, California AS. (Photo credit:AP Photo/Jeff Chiu)

Liputan6.com, Jakarta- Pembatasan aktivitas luar rumah karena pandemi Virus Corona COVID-19 tidak menghalangi seorang guru hortikultura di Minnesota, AS, menggunakan waktu luang untuk merawat tanaman labunya.

Mengutip VOA Indonesia, Selasa (13/10/2020), perjuangannya pun memberikan hasil yang menakjubkan. Ia berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia ke-47 Pumpkin Weigh-Off di selatan California, AS, pada 2020. 

Dalam laporan Associated Press, diceritakan bahwa Travis Gienger dari Anoka, Minnesota, menghabiskan banyak waktu luangnya di kebun labu yang terletak di halaman belakang rumah.

Dalam sehari, pria berusia 40 tahun itu menyirami labu tanamannya hingga 10 kali dan memupuknya setidaknya dua kali setiap hari.

Gienger kemudian bepergian menyetir dengan membawa labu raksasa itu selama 35 jam lamanya untuk mengikuti kontes tersebut.

Ia pun berhasil menjadi salah satu pemenang dengan labu hasil tanamannya yang memiliki berat hingga 1.066 kilogram.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Berikut Ini:


Geluti Tanaman Labu Sejak Remaja

Ilustrasi labu kuning
Perbesar
Ilustrasi labu kuning (Photo by Pexels on Pixabay)

Gienger adalah seorang guru lansekap dan hortikultura di Anoka Technical College. 

Sejak remaja, Gienger telah menggeluti kegiatan menanam labu dengan inspirasi yang ia dapatkan dari ayahnya yang juga membudidayakan tanaman labu.

Selain itu, kontes itu pun adalah kejuaraan pertama yang Gienger ikuti. 

Untuk juara labu pertama, meraih hadiah hingga sebesar 16.450 dolar AS atau setara Rp 241,8 juta, atau $7 per pon, untuk labu oranye kental yang akan dipamerkan selama parade.

Sementara untuk labu milik Gienger, merupakan labu kedua terberat yang pernah ditimbang di acara yang berusia 40 tahun itu.

Namun ternyata, rekor itu masih jauh dari rekor secara keseluruhan di AS.

Labu dengan berat lebih dari 1.134 kilogram berhasil ditanam oleh seorang petani di New Hampshire pada tahun 2018. 

Pada tahun 2016, rekor labu terberat di dunia ditetapkan di Kejuaraan Eropa Labu Raksasa di Ludwigsburg, Jerman.

Pemenang kontes tersebut diraih oleh seorang petani di Belgia, dengan labu yang dimilikinya hingga seberat lebih dari 1.179 kilogram.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya