Kecelakaan Kereta dan Bus di Thailand Tewaskan Sedikitnya 20 Orang

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 11 Okt 2020, 15:01 WIB
Diperbarui 11 Okt 2020, 15:01 WIB
Kecelakaan antara kereta dengan bus di dekat kota Bangkok, Thailand.
Perbesar
Kecelakaan antara kereta dengan bus di dekat kota Bangkok, Thailand. (Foto: Twitter / Ruamduay)

Liputan6.com, Bangkok - Sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah kereta barang bertabrakan dengan bus wisata dekat Bangkok pada Minggu 11 Oktober 2020. 

Mengutip Channel News Asia, Minggu (11/10/2020), tabrakan itu terjadi sekitar pukul 8 pagi waktu setempat di stasiun Khlong Khwaeng Klan di provinsi Chachoengsao, sekitar 50 km sebelah timur ibu kota Bangkok.

Sekitar 60 penumpang bus sedang dalam perjalanan ke sebuah kuil di provinsi Chachoengsao untuk upacara menandai akhir Prapaskah Buddha, kata seorang kepala polisi distrik.

Bus berada di jalur saat kereta menabrak, kata badan penanggulangan bencana provinsi. Tidak ada barikade, tambahnya. 

Gubernur provinsi Maitree Tritilanond mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini sekitar 29 orang terluka. Namun, jumlah korban tewas dan korban luka diperkirakan akan meningkat.

2 dari 3 halaman

Penyebab Masih Diselidiki

Sering Kecelakaan, Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Tanah Kusir Dibangun Pembatas
Perbesar
Sebuah KRL saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu di kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (17/9/2020). Pemasangan pembatas jalan tersebut dilakukan untuk mencegah kecelakaan kendaraan yang sering terjadi di kawasan tersebut. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Gambar awal oleh petugas penyelamat menunjukkan adanya logam dan puing-puing, dengan korban tewas yang tergeletak di dekat rel kereta api dan barang-barang milik para penumpang berserakan.

Bus itu terbalik, bagian atasnya terbelah, dan petugas penyelamat mengatakan diperlukan derek untuk mengangkatnya.

Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki oleh polisi, kata Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Chachoengsao.  

Kecelakaan mematikan seperti itu biasa terjadi di Thailand, yang secara teratur menempati urutan teratas dari daftar jalan paling mematikan di dunia, dengan ngebut, mengemudi dalam keadaan mabuk dan penegakan hukum yang lemah merupakan faktor penyebabnya.

Menurut laporan 2018 oleh Organisasi Kesehatan Dunia, Thailand memiliki tingkat kematian lalu lintas tertinggi kedua di dunia.

Meski mayoritas korbannya adalah pengendara sepeda motor, tabrakan bus yang melibatkan kelompok turis dan buruh migran kerap menjadi berita utama.

Pada Maret 2018, sedikitnya 18 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika sebuah bus yang membawa orang-orang yang kembali dari liburan di timur laut Thailand berbelok dari jalan dan menabrak pohon.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓