Kepiting Kristal, Dianggap Kebal COVID-19 dengan Harga Jual Rp 3 Juta Lebih

pada 09 Okt 2020, 12:28 WIB
Diperbarui 09 Okt 2020, 12:28 WIB
Kepiting Kristal yang dipancing di lepas pantai Australia Barat dapat dijual dengan harga lebih dari Rp3 juta. (Supplied: Southern Trading)
Perbesar
Kepiting Kristal yang dipancing di lepas pantai Australia Barat dapat dijual dengan harga lebih dari Rp3 juta. (Supplied: Southern Trading)

Canberra - Tak disangka, ternyata ada kepiting yang dibanderol dengan harga fantastis hingga Rp 3 juta lebih per ekornya.

Seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (9/10/2020), kepiting kristal Australia adalah salah satu hewan bercangkang yang paling dicari di dunia, dengan harga lebih dari AU$ 300 atau sekitar Rp 3 juta per kepiting.

Kepiting jenis ini hidup 80 kilometer dari lepas pantai Australia Barat pada kedalaman air 800 meter. Sepanjang tahun, para nelayan dari perusahaan penangkapan hasil laut, West Coast Deep Sea, pergi ke perairan dalam untuk mencarinya.

Direktur West Coast Deep Sea, Glen Bosman,yakin jika kepiting kristal dari daerahnya adalah yang terbaik di dunia. Kepiting kristal memiliki warna putih pucat, dengan kaki-kaki yang lebih pendek dan beratnya bisa lebih dari dua kilogram, atau empat kali lebih besar dari kepiting biasa.

Glen mengatakan, kepiting-kepiting banyak dihidangkan di restoran China kelas atas, juga di restoran-restoran Australia sebelah timur dengan harga yang mahal. "Lebih dari 95 persen kepiting kami dijual ke pasar China dan dihidangkan sebagai jamuan makan," katanya.

"Kepiting diletakkan di tengah meja, dipatah-patahkan menjadi beberapa bagian, lalu dibagi dengan sejumlah orang sesuai ukurannya."

"Di restoran Australia, seekor kepiting seberat 2 kilogram dijual dengan harga lebih dari AU$ 300 (sekitar Rp3 juta), tetapi di China kemungkinan besar harganya lebih mahal."

Karena kepiting ditangkap sepanjang tahun, pasokannya terjamin selalu tersedia.

Saksikan Juga Video Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Terkena Dampak Pandemi Virus Corona COVID-19

Ilustrasi gelombang laut
Perbesar
Ilustrasi gelombang laut (Sumber: Pixabay)

Kepiting kristal dianggap sangat eksklusif dengan harga yang mahal sehingga "kebal" terhadap dampak Virus Corona COVID-19.

Glen mengaku jika pasar kepiting kristal "lumayan" tidak terpengaruh hingga saat ini.

"Produk kami biasanya habis dalam dua-hingga tiga hari dan kami akan menangkapnya seminggu sekali," katanya.

"Permintaan tetap relatif stabil, yang lebih menjadi masalah adalah transportasi udara untuk masuk ke pasar."

"Mungkin ada penurunan harga 10 persen, jumlah ekspor kami sedikit berkurang, tetapi permintaan tetap sama."

Pasar perdagangan kepiting kristal adalah pasar yang sulit ditembus.

Hanya ada tujuh izin penangkapan ikan di Australia, empat di antaranya berada di Australia Barat dan sebagian besar izinnya telah dipegang selama lebih dari 30 tahun.

Dengan memiliki empat kapal penangkap ikan, Glen mengatakan bisnis penangkapan hasil laut adalah bisnis yang mahal.

"Seluruh infrastrukturnya saja memakan biaya operasi yang sangat mahal dengan biaya kapal masing-masing lebih dari satu juta dolar," katanya."Tidak ada yang tertarik untuk menjual izin mereka, karena bisnis perikanan ini telah terbukti, juga karena kuota yang diterapkan, kami dapat mengatur kebutuhan operasional dan keuangan untuk memenuhi permintaan pasar dengan pendapatan yang wajar."

"Sangat sulit untuk masuk ke bisnis perikanan, bukan tidak mungkin, hanya sulit."

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya