Penyelenggara Debat Capres AS Janji Bakal Minimalisir Kekacauan Antara Trump dan Biden

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 01 Okt 2020, 15:25 WIB
Diperbarui 01 Okt 2020, 15:25 WIB
Debat capres antara Donald Trump dan Joe Biden pada Selasa 29 September 2020 yang berlangsung dengan kacau.
Perbesar
Debat capres antara Donald Trump dan Joe Biden pada Selasa 29 September 2020 yang berlangsung dengan kacau. (AFP / JIM WATSON, SAUL LOEB)

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggara debat calon presiden AS berjanji untuk mengubah aturan guna mengekang perilaku yang tidak diinginkan setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengganggu saingannya Joe Biden dan moderator dalam debat perdana Selasa 29 September lalu.

Mengutip laman Channel News Asia, Kamis (1/10/2020), Biden menyarankan adanya tombol mute yang diharapkan bisa membantu.

Komisi debat mengatakan akan mengadopsi perubahan untuk memungkinkan "diskusi yang lebih tertib", dengan debat berikutnya dijadwalkan pada 15 Oktober di Miami. Ada spekulasi langsung bahwa ini mungkin termasuk penyediaan tombol mute untuk membatasi interupsi.

Kampanye Trump menuduh organisasi tersebut "memindahkan tiang gawang dan mengubah aturan di tengah permainan".

Trump juga mengkritik moderator debat, pembawa berita Fox News Chris Wallace, yang menghabiskan sebagian besar debatnya untuk mencoba memulihkan ketertiban. Di sisi lain, Trump mengeluh Komisi Debat Presiden berpihak pada Demokrat dalam debat yang diselenggarakan di Cleveland tersebut. 

Debat selama 90 menit itu memicu kritik luas terhadap Trump dan, pada tingkat yang lebih rendah, Biden. 

Presiden Republik berulang kali menindas Biden dan mempertanyakan kecerdasannya, sementara calon dari Partai Demokrat menyebut Trump sebagai orang yang rasis, pembohong, dan presiden terburuk yang pernah ada.

2 dari 3 halaman

Hasil Debat

FOTO: Debat Perdana Calon Presiden Amerika Serikat
Perbesar
Presiden Donald Trump (kiri) dan calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden (kanan) saat debat presiden pertama di Case Western University and Cleveland Clinic, Cleveland, Ohio, Selasa (29/9/2020). (AP Photo/Julio Cortez)

Kampanye Biden berhasil mengumpulkan hampir US $ 10 juta selama debat, kata seorang ajudan kampanye, sehingga dapat menambah keuntungan finansial Demokrat dengan lima minggu sebelum pemilihan 3 November.

Mantan wakil presiden tersebut telah memimpin dalam survei pemilih nasional selama berbulan-bulan belakangan, meskipun jajak pendapat di medan pertempuran menyatakan bahwa nantinya pemilu menunjukkan persaingan yang lebih ketat.

Sementara itu, Trump tidak berkomitmen pada debat untuk menerima hasil pemilu. Ia justru menegaskan kembali keluhan yang tidak berdasar bahwa peningkatan surat suara karena pandemi virus corona akan menyebabkan kecurangan pemungutan suara yang meluas.

"Presiden akan mundur. Rakyat Amerika tidak akan mendukungnya. Tidak ada lembaga yang akan mendukung hal itu terjadi," kata Biden dalam penghentian kampanye.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by