6 Hal yang Bakal Terjadi Jika Bumi Berukuran 2 Kali Lipat

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 22 Sep 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 22 Sep 2020, 21:00 WIB
Ilustrasi Bumi
Perbesar
Ilustrasi Bumi. (dok. Pixabay.com/skeeze)

Liputan6.com, Jakarta - Planet kita penuh dengan keajaiban, peristiwa mengejutkan, dan bencana alam yang mengubah wajah Bumi setiap hari. 

Namun terlepas dari spekulasi tersebut, ada satu hal yang dapat Anda yakini ukurannya akan tetap sama.

Tapi apa yang akan terjadi pada kehidupan di Bumi jika planet itu tiba-tiba bertambah besar dan menjadi dua kali lebih besar?

Melansir Bright Side, Selasa (22/9/2020), ini adalah 6 hal yang akan terjadi jika Bumi berukuran dua kali lipat dari saat ini:

2 dari 7 halaman

1. Berat Badan Manusia Bertambah

Cerita Akhir Pekan: 6 Jenis Diet Terpopuler Sepanjang 2020
Perbesar
Ilustrasi turunkan berat badan. (dok. Ketut Subiyanto/Pexels/Brigitta Bellion)

Jika diameter Bumi berlipat ganda tetapi kepadatannya mirip dengan ukuran normal, massa planet akan naik dan gravitasi akan menjadi dua kali lebih kuat. Itu akan langsung membuat berat badan Anda menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. 

3 dari 7 halaman

2. Makhluk Hidup Jadi Lebih Pendek

081672500_1445948463-pria_tinggi_adalah_kekasih_yang_lebih_baik
Perbesar
Ilustrasi tubuh tinggi dan pendek.

Baik tulang manusia maupun hewan pada akhirnya akan tertekan dengan terus menerus ditarik ke bawah.

Hal ini menyebabkan semua jenis spesies menjadi lebih pendek.

Itulah mengapa sebagian besar astronot bertambah tinggi sekitar 2 inci di luar angkasa, lantaran gravitasi yang lebih rendah memungkinkan cairan di antara tulang belakang mengembang. Tinggi mereka dengan cepat kembali normal ketika mereka kembali ke gravitasi Bumi. Pakaian luar angkasa biasanya memiliki ruang ekstra untuk mengakomodasi perubahan.

4 dari 7 halaman

3. Pergerakan Makhluk Hidup Jadi Lambat

Ilustrasi Olahraga Lari (iStockphoto)
Perbesar
Lambat Laun Dewi Mulai Menemukan Kenikmatan Melakukan Olahraga Lari (Ilustrasi/iStockphoto)

Makhluk hidup akan menjadi jauh lebih lambat. Akan sulit untul berjalan atau melompat, apalagi berlari.

Manusia akan lebih cepat lelah dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk istirahat. Seiring waktu, tentunya tulang dan otot kita akan menjadi lebih kuat untuk menopang peningkatan berat badan kita dan mengakomodasi kondisi baru tersebut. 

5 dari 7 halaman

4. Hewan Terlihat Berbeda

Gajah Sirkus di Denmark
Perbesar
Empat gajah sirkus yang sudah pensiun terlihat di lingkungan mereka yang baru di Taman Safari Knuthenborg, Denmark, Sabtu (30/5/2020). Empat gajah itu dibeli pemerintah Denmark tahun lalu setelah dimulainya peraturan yang melindungi hewan liar dari bisnis pertunjukan. (Claus Bech/Ritzau Scanpix/AFP)

Evolusi akan semakin cepat dan seleksi alam akan berlangsung.

Secara umum, hewan juga akan menjadi lebih pendek dan lebih kokoh. Hewan kecil akan terpengaruh lebih sedikit karena kebutuhan energi bagi mereka untuk bergerak tidak akan meningkat secara signifikan. 

6 dari 7 halaman

5. Pepohonan Akan Tumbang

Ilustrasi Pohon Tumbang di Jakarta
Perbesar
Ilustrasi pohon tumbang di Jakarta (Istimewa)

Ada batasan seberapa tinggi pohon bisa tumbuh, dan hal itu sebenarnya diatur oleh gravitasi.

Sederhananya, pohon akan terus tumbuh selama jumlah energi yang diperoleh dari fotosintesis lebih besar daripada jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengangkut air ke puncak.

Peningkatan gravitasi akan mengganggu keseimbangan karena akan membutuhkan lebih banyak energi untuk memindahkan air ke batang pohon.

Pohon yang tinggi mungkin akan roboh, dan pohon baru tidak akan tumbuh hingga setinggi itu.

7 dari 7 halaman

6. Gunung Berapi Akan Meledak

Pemandangan saat Lava Panas Menuruni Puncak Gunung Mayon Filipina
Perbesar
Pemandangan ketika lava panas keluar dari puncak Gunung Mayon yang berada di Kota Legazpi, Provinsi Albay, Filipina, Selasa (23/1). Gunung berapi paling aktif di Filipina ini mengeluarkan lava, abu, dan asap. (AP Photo/Bullit Marquez)

Jumlah elemen yang tidak stabil di dalam Bumi akan meningkat dengan massa yang lebih besar, menyebabkan pemanasan berlebihan dan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung berapi yang tidak aktif di seluruh dunia mungkin akan kembali aktif setelah ribuan tahun.

Wajah Bumi yang semakin besar akan menjadi sangat berbeda, mengingat aktivitas gunung berapi dapat mengubah bentuknya dan menciptakan daratan baru.

Perubahan iklim mungkin juga terjadi karena gas dari letusan mempengaruhi atmosfer.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait