Jumlah Kematian Akibat Kebakaran Hutan di Pantai Barat AS Naik Jadi 30 Orang

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 14 Sep 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 14 Sep 2020, 09:44 WIB
FOTO: Kebakaran Hutan Buat Langit San Francisco Berwarna Oranye
Perbesar
Sejumlah orang berjalan saat kabut asap menyelimuti langit di Fisherman's Wharf, San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2020). Kebakaran hutan di seluruh Barat mengakibatkan langit San Francisco hingga Seattle berwarna oranye yang menakutkan. (AP Photo/Eric Risberg)

Liputan6.com, Washington D.C- Korban tewas akibat kebakaran hutan di Pantai Barat AS telah bertambah. 

Menurut pihak berwenang setempat, korban tewas akibat kebakaran hutan di wilayah tersebut mencapai lebih dari 30 orang. Sementara di Negara Bagian Oregon sendiri, puluhan orang masih dinyatakan hilang. 

Seorang pejabat darurat juga mengatakan negara bagian tersebut harus bersiap untuk terjadinya "insiden kematian massal," seperti dikutip dari BBC, Senin (14/9/2020). 

Dalam tiga pekan terakhir, kebakaran telah melanda negara bagian Oregon, California dan Washington dan membakar jutaan hektar tanah serta menghancurkan ribuan rumah.

Akibat kebakaran itu, puluhan ribu warga terpaksa untuk mengungsi dari rumah mereka.

Kandidat Presiden dari Partai Demokrat AS, Joe biden telah memperingatkan bahwa "perubahan iklim akan segera mengancam, ancaman eksistensial bagi cara hidup kita"

Ia juga menuduh Presiden AS Donald Trump, yang diketahui skeptis tentang iklim, menyangkal "kenyataan tersebut".

Namun Presiden Trump, yang akan mengunjungi California pada Senin (14/9) untuk diberi informasi tentang situasi terbaru di wilayah tersebut, menyebutkan bahwa kebakaran hutan terjadi karena pengelolaan hutan yang buruk.

Para pejabat setempat juga mengatakan bahwa kebakaran tersebut kini telah menghanguskan area seluas New Jersey. 

Sementara itu, menurut IQAir.com, polusi asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan telah membuat Portland, yang merupakan kota terbesar di Oregon, memiliki kualitas udara terburuk di dunia, diikuti oleh San Francisco dan Seattle. 

2 dari 4 halaman

Imbauan Gubernur Oregon

FOTO: Kebakaran Hutan Buat Langit San Francisco Berwarna Oranye
Perbesar
Seorang pria melintasi Hyde Street dengan Pulau Alcatraz dan Fisherman's Wharf terlihat pada latar belakang di San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2020). Kebakaran hutan di seluruh Barat mengakibatkan langit San Francisco hingga Seattle berwarna oranye yang menakutkan. (AP Photo/Eric Risberg)

Petugas pemadam kebakaran di Oregon saat ini tengah sedang berjuang menangani 16 titik api besar, dengan 40.000 orang berada di bawah perintah evakuasi secara wajib.

Awal pekan ini, Gubernur Oregon Kate Brown juga telah menghimbau para pemilik rumah untuk tetap berada di luar zona kebakaran meski adanya laporan penjarahan.

"Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa kami memiliki Penjaga Nasional Oregon dan Polisi Negara Bagian Oregon yang memantau situasi dan mencegah penjarahan," terang Brown. 

Menurut Kantor Manajemen Darurat (OEM) Oregon, terdapat 10 korban yang tewas akibat kebakaran namun para pejabat setempat juga memperingatkan bahwa jumlah kematian akhir bisa jauh lebih tinggi. 

Tak lama setelah cuti di tengah penyelidikan untuk kebakaran itu, Marsekal Pemadam Kebakaran Oregon, Jim Walker dilaporkan mengundurkan diri pada 12 September 2020. 

Seorang warga yang mengalami dampak kebakaran, Beatriz Gomez Bolanos (41 tahun) menceritakan Reuters tentang upaya menyelamatkan diri bersama keluarganya dari kobaran api yang membakar di kedua sisi mobil mereka.

Saat berusaha selamat dengan keluarganya, Bolanos bahkan hingga meminta keempat anaknya untuk menutup mata mereka.

"Semuanya hilang. Kami harus memulai lagi dari nol, tetapi setidaknya kami masih hidup," ungkap Bolanos. 

Setidaknya satu kebakaran di Oregon - Almeda, yang merupakan salah satu kebakaran yang paling merusak di negara bagian tersebut - diduga sebagai penyebab dari insiden itu.

Sementara di negara bagian Washington, petugas pemadam kebakaran tengah menangani 15 titik kebakaran besar.

Seorang anak laki-laki berusia satu tahun dilaporkan meninggal ketika keluarganya berusaha melarikan diri dari kobaran api.

Orang tua dari anak balita tersebut diketahui masih dalam kondisi kritis.

3 dari 4 halaman

Pemeriksaan Area Terdampak Kebakaran di California

FOTO: Kebakaran Hutan Buat Langit San Francisco Berwarna Oranye
Perbesar
Pemandangan kabut asap yang menyelimuti San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2020). Kebakaran hutan di seluruh Barat mengakibatkan langit San Francisco hingga Seattle berwarna oranye yang menakutkan. (AP Photo/Eric Risberg)

Gubernur California, Gavin Newsom, dilaporkan telah memeriksa area terdampak kebakaran Kompleks Utara, dekat Oroville di California Utara.

"Perdebatan sudah berakhir, seputar perubahan iklim," jelas Newsom, seraya menambahkan, "Ini adalah keadaan darurat iklim. Ini nyata dan sedang terjadi."

Newsom mengakui terjadinya kegagalan dalam pengelolaan hutan dalam beberapa dekade terakhir, namun ia menjelaskan, "Itu satu poin, tapi bukan itu intinya."

Saat membahas upaya negara bagian untuk memerangi perubahan iklim, Newson juga menyampaikan bahwa rekor gelombang panas dan kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya merupakan jenis masalah yang sudah lama diprediksi oleh para ilmuwan.

Sementara itu, Presiden Trump berpendapat bahwa California dapat mencegah kebakaran hutan jika mengelola lantai hutan dengan benar.

Dalam rapat umum pada Agustus 2020, President Trump mengatakan, "Anda harus membersihkan hutan Anda - ada banyak, aun dan pohon patah yang selama bertahun-tahun berada disitu, dan mereka seperti, sangat mudah terbakar".

"Saya sudah mengatakan ini kepada mereka selama tiga tahun. Tapi mereka tidak mau mendengarkan," tambah President Trump. 

Kebakaran Kompleks Utara, merupakan termasuk yang paling mematikan dalam sejarah. Sejauh ini, dua belas jenazah telah ditemukan dan sejumlah orang masih dinyatakan hilang.

Akibat kebakaran yang terjadi pada 15 Agustus 2020, negara bagian California telah mengalami setidaknya 22 kematian secara total.

Puluhan ribu orang di negara bagian tersebut berada di bawah perintah evakuasi saat 14.800 petugas pemadam kebakaran terus menangani 28 area yang terbakar. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓