Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Mindanao Filipina, Lindu Besar Kedua Dalam Sepekan

Oleh Tanti Yulianingsih pada 07 Sep 2020, 02:37 WIB
Diperbarui 07 Sep 2020, 02:56 WIB
Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Liputan6.com, Mindanao - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 melanda 82 km timur ke timur laut General Santos di Mindanao, Filipina. Demikian menurut informasi dari Survei Geologi AS (USGS) pada Minggu 6 September 2020.

"Gempa itu memiliki kedalaman 120,9 km," menurut USGS seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (7/9/2020).

Menurut volcanodiscovery.com, gempa mengguncang 90 km SSE Kota Davao. Ini adalah gempa besar kedua di wilayah tersebut setelah gempa bermagnitudo 5,1 pada 30 Agustus. Sepekan yang lalu.

Tidak ada potensi tsunami diperkirakan terpicu akibat gempa tersebut.

Berkat kedalaman gempa yang relatif dalam sekitar 120 km, membuat getaran lindu sedang tetapi dirasakan secara luas di sebagian besar Pulau Mindanao.

Sejauh ini tak ada kerusakan besar yang diperkirakan terjadi.

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Talaud, Terpicu Aktifitas Lempeng Laut Filipina

Ilustrasi gempa bumi
Perbesar
Ilustrasi gempa bumi (Photo: AFP/Frederick Florin)

Sementara itu, gempa tektonik mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Minggu (6/9/2020), sekitar pukul 23:23 Wita. Gempa yang berpusat di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud ini dirasa di beberapa daerah di Sulut.

“Tidak terlalu kuat, hanya agak lama sekitar 3-5 detik. Dan beberapa kali guncangan, sekitar 3 kali,” ungkap Rivo Pudihang, warga Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Salah satu warga Kabupaten Kepulauan Sitaro Wydia Maria juga mengaku merasakan guncangan gempa itu.

“Di Siau terasa sekitar 15 detik lamanya,” ujarnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M=6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,42 LU dan 125,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 280 km arah utara Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut pada kedalaman 117 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktifitas subduksi Lempeng Laut Filipina.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” ujarnya. 

Rahmat mengatakan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Tahuna dan Siau III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini yang berpusat di Talaud ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓