Sering Merasa Waktu Tempuh Pulang Lebih Cepat Daripada saat Pergi? Ini Penjelasannya

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 03 Sep 2020, 20:40 WIB
Diperbarui 03 Sep 2020, 20:40 WIB
[Fimela] Menyetir
Perbesar
Ilustrasi menyetir mobil | pixabay.com

Liputan6.com, Jakarta - Tak sedikit orang yang merasa bahwa ketika kita sedang melakukan perjalanan pulang, terasa lebih cepat dibandingkan dengan saat perjalanan pergi. 

Ternyata hal ini juga dirasakan oleh Alan Bean, astronot NASA yang juga merasakan bahwa perjalanannya kembali ke Bumi lebih cepat. 

Melansir laman Bright Side, Kamis (3/9/2020), ternyata hal tersebut memiliki penjelasan secara sains dibaliknya. 

Awalnya, para ilmuwan percaya bahwa "efek perjalanan pulang" sebenarnya karena keakraban. Karena kita sudah melewati jalan yang sama, kita sadar akan lingkungan kita, jadi ketika pulang ke rumah, itu tidak mempengaruhi perasaan waktu. Namun, kenyataannya tidak demikian setelah semua efek yang sama telah diperhatikan dalam perjalanan udara, serta saat mengambil rute yang berbeda.

Hal ini bukan tentang mengukur waktu yang berlalu, tetapi tentang penilaian yang kita miliki untuk waktu berdasarkan ingatan kita. Selama perjalanan, kita tidak merasakan perbedaan bagaimana waktu telah berlalu, namun setelah selesai sepertinya perjalanan pulang lebih singkat dari sebelumnya.

Selain itu, ketika kita meninggalkan rumah biasanya kita memiliki rencana tentang jam berapa kita harus sampai di tempat tujuan. Hal ini membuat kita lebih sering memperhatikan waktu dan mengecek jam, yang memberikan sensasi bahwa waktu berlangsung lebih lama.

2 dari 2 halaman

Perasaan yang Berbeda

[Fimela] Menyetir Mobil
Perbesar
Ilustrasi Menyetir Mobil | unsplash.com/@averieclaire

Saat kita melakukan perjalanan dan merasa senang karenanya, hal itu menciptakan perasaan seperti butuh waktu lama untuk sampai ke sana.

Jadi, ketika kita bersiap-siap untuk pergi kembali ke rumah, kita berpikir bahwa hal itu juga akan memakan waktu yang lama, tapi sekarang situasinya berbeda, karena kita tidak merasakan perasaan yang sama.

Rasa berharap membuat kita berpikir bahwa dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tempat tujuan, dibandingkan saat kita pulang.

Untuk percobaan terakhir mereka, para ilmuwan ingin melihat apakah kita merasakan efek yang sama saat menonton video. Jadi, mereka memutar dua video tentang orang yang sama yang sedang mengendarai sepeda. Keduanya berdurasi 7 menit dan peserta eksperimen harus menontonnya dan melihat apakah mereka dapat merasakan "efek perjalanan pulang" yang sama.

Terbukti hasilnya sama bahwa mereka masih merasa bahwa pengendara sepeda lebih cepat tiba di rumah.

Lanjutkan Membaca ↓