2 Asteroid Dekati Bumi pada 1 September, Ada yang Lebih Besar dari Lapangan Basket

Oleh Tanti Yulianingsih pada 01 Sep 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 01 Sep 2020, 12:00 WIB
Asteroid (0)
Perbesar
Ilustrasi lintasan asteroid menuju Bumi. (Sumber Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Dua asteroid dilaporkan NASA melintas dekat Bumi pada Selasa (1/9/2020). Namun, benda angkasa itu tidak akan menimbulkan ancaman, kata NASA.

Sebuah asteroid yang lebih lebar dari lapangan basket (sebelumnya disebut juga berukuran setengah kolam renang olimpiade) diperkirakan akan terbang melewati Bumi 1 September. 

Asteroid 2011 ES4 akan berada "setidaknya" 45.000 mil dari Bumi saat terbang, NASA Asteroid Watch mengatakan dalam sebuah twit. Jarak itu dianggap "dekat" pada tingkat astronomi dan lebih dekat ke Bumi daripada Bulan.

Batuan luar angkasa juga diklasifikasikan sebagai benda dekat Bumi (near-Earth object/NEO).

"Para ahli pertahanan planet mengharapkannya melewati dengan aman setidaknya 45.000 mil (792.000 lapangan sepak bola) pada Selasa 1 September," badan luar angkasa AS itu menambahkan, seperti dikutip dari Fox News.

2011 ES4 pertama kali terlihat pada 2 Maret 2011, dan dapat diamati selama empat hari, catat NASA JPL. Ia dianggap sebagai asteroid Apollo, artinya ia memiliki orbit yang lebar mengelilingi bumi dan matahari.

Earthsky.org melaporkan, asteroid itu seharusnya lewat paling dekat sekitar 16.12 UTC pada tanggal 1 September (12.12 siang EDT atau 23.12 WIB).

Asteroid tersebut diperkirakan memiliki diameter 72 hingga 161 kaki (22 hingga 49 meter). Besarnya berada di kisaran meteor Chelyabinsk - diameter sekitar 17 meter (55 kaki) - yang menyapu atmosfer Bumi di atas Rusia pada Februari 2013, menghasilkan gelombang kejut yang sangat besar yang memecahkan jendela di enam kota Rusia dan menyebabkan sekitar 1.500 orang mencari pengobatan medis.

Korban umumnya terkeda pecahan kaca bangunan yang berterbangan.

Jika asteroid sebesar 2011 ES4 menabrak planet manusia, tidak akan cukup besar untuk menimbulkan dampak besar, apalagi peristiwa tingkat kepunahan. Namun, batuan luar angkasa dengan ukuran rata-rata diameter 98 kaki (30 meter), seperti ini, dapat menyebabkan gelombang kejut yang sangat besar jika memasuki atmosfer kita.

Untungnya, meski dengan margin kesalahan dalam penghitungan, asteroid 2011 ES4 diperkirakan melewati Bumi dengan aman pada 1 September 2020.

Kita mungkin melihat banyak berita tentang asteroid yang lewat dari dekat, tetapi kebanyakan tentang bebatuan kecil di luar angkasa. Kita tidak perlu khawatir, karena jika asteroid kecil menghantam atmosfer kita, sebagian besar batuan antariksa akan hancur, dan karena Bumi sekitar 70% tertutup oleh lautan, sebagian besar peristiwa akan terjadi di atas air, bahkan mungkin tanpa disadari.

Bagaimana dengan asteroid besar yang mendekati Bumi? Meskipun ada banyak asteroid kecil yang orbitnya melintasi orbit Bumi, untungnya, tidak ada batuan antariksa besar yang diketahui memiliki orbit berbahaya yang mengancam Bumi.

2 dari 4 halaman

Asteroid Kedua Lebih Kecil

ilustrasi asteroid.
Perbesar
ilustrasi asteroid. (iStockphoto)

Asteroid kedua yang jauh lebih kecil juga diperkirakan akan terbang dengan aman melewati Bumi pada hari Selasa, kata badan antariksa tersebut.

Asteroid 2020 QG5 akan terbang melewati planet tersebut pada jarak lebih dari 1,8 juta mil.

Menurut theskylive.com, Asteroid (NEO) 2020 QG5 yang sirkumpolar akan transit pada 1 September 22:24 UTC (2 September, 05.24 WIB).

Benda angkasa yang belum pernah terlihat sejak 2004 ini jaraknya jauh sekitar 2,9 juta kilometer. Saat ini, ia berada di konstelasi Pegasus.

Meski keduanya, ES4 2011 dan 2020 QG5, berukuran relatif besar, hanya satu yang akan sangat dekat dengan Bumi dalam hal jarak astronomis. Keduanya diklasifikasikan sebagai near-Earth objects (NEO) atau objek dekat Bumi tetapi diperkirakan tidak akan menimbulkan bahaya bagi Bumi saat mereka mendekat.

Faktanya, ini adalah pendekatan terdekat dari asteroid sebesar itu selama sepuluh tahun ke depan.

Mengesampingkan kemungkinan ancaman, badan antariksa AS mengatakan bahwa batu luar angkasa tidak akan menghantam Bumi.

 

3 dari 4 halaman

Asteroid Sebelumnya

Ilustrasi Asteroid
Perbesar
Ilustrasi artis tentang asteroid yang berpotensi berbahaya menuju Bumi. (Kredit: ESA)

Awal bulan ini, FOX melaporkan, asteroid seukuran truk pikap (lainnya menyebut mobil SUV) terbang dalam jarak 2.000 mil dari Bumi, yang terdekat yang pernah tercatat. Itu terlewatkan oleh NASA sampai ia terbang melewati planet itu.

NEO yang "berpotensi berbahaya" didefinisikan sebagai objek luar angkasa yang berada dalam jarak 0,05 unit astronomi (4,6 juta mil) dan berukuran diameter lebih dari 460 kaki, menurut NASA. Menurut laporan 2018 yang dikumpulkan oleh Planetary.org, ada lebih dari 18.000 NEO.

NASA meluncurkan rencana 20 halaman pada tahun 2018 yang merinci langkah-langkah yang harus diambil AS untuk lebih siap menghadapi NEO, seperti asteroid dan komet yang datang dalam jarak 30 juta mil dari planet ini.

Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa orang Amerika lebih memilih program luar angkasa yang berfokus pada potensi dampak asteroid daripada mengirim manusia kembali ke bulan atau ke Mars.

Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan pada April 2019 bahwa serangan asteroid bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng dan mungkin merupakan ancaman terbesar Bumi.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓