Nigeria Buka Penerbangan Internasional Usai Tutup 5 Bulan Akibat COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 28 Agu 2020, 10:31 WIB
Diperbarui 28 Agu 2020, 10:31 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi pesawat terbang. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Abuja - Pemerintah Nigeria akan melanjutkan penerbangan internasional di negaranya pada pekan ini. Langkah ini adalah yang pertama dalam 5 bulan.

Dilaporkan VOA News, Jumat (28/8/2020), Nigeria menyetop semua penerbangan pada 23 Maret lalu untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Pemerintah berkata empat penerbangan internasional pertama akan tiba di ibu kota federal Abuja dan Lagos yang menjadi ibu kota perdagangan. Namun, belum jelas dari mana penerbangan itu akan datang.

Menteri Penerbangan Nigeria Hadir Sirika berkata penerbangan internasional bisa dilakukan karena tak ada penularan sejak penerbangan domestik dimulai pada 8 Juli lalu.

Penerbangan internasional di Nigeria akan menerapkan protokol COVID-19.

Pemerintah berkata penumpang yang tidak ikut tes akan masuk ke daftar pemantauan. Maskapai juga akan dikenakan denda tinggi jika mengizinkan pasien COVID-19 naik ke pesawat.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 di Nigeria mencapai 53.317. Sebanyak 40 ribu pasien sudah sembuh dan 1.011 pasien meninggal.

2 dari 3 halaman

Kasus COVID-19 Tembus 162 Ribu, Penerbangan di Indonesia Naik Saat Liburan

Protokol Kenormalan Baru di Bandara Soetta
Perbesar
Suasana Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (10/6/2020). PT Angkasa Pura II selaku pengelola juga menerapkan prosedur physical distancing. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Libur panjang 20 hingga 23 Agustus 2020, ternyata menyumbang angka trafik tinggi bagi Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tak hanya itu, selama empat hari itu juga menjadi periode paling sibuk di 19 bandara PT Angkasa Pura II (Persero), sejak pandemi global COVID-19.

Tercatat, pada 20 Agustus, pergerakan pesawat di 19 bandara mencapai 1.026 penerbangan dengan 85.462 penumpang. Kemudian pada 21 Agustus tercatat 883 penerbangan dengan 54.958 penumpang, sementara pada 22 Agustus sebanyak 867 penerbangan dengan 60.683 penumpang. 

"Lalu lintas penerbangan tertinggi terjadi pada 23 Agustus yang mencapai 1.045 penerbangan, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 95.000 penumpang. Dimana angka penerbangan dan penumpang ini juga merupakan tertinggi sejak 1 April 2020," tutur Muhammad Awaluddin, Selasa kemarin.

Lanjut Awaluddin, secara kumulatif pada libur panjang 20-23 Agustus 2020 terdapat 3.821 penerbangan yang mengangkut sekitar 296.000 penumpang di 19 bandara di Indonesia yang dikelola PT Angkasa Pura II.

“Lalu lintas penerbangan pada long weekend kemarin cukup tinggi. Pada 23 Agustus, jumlah penerbangan dan penumpang pesawat merupakan yang paling tinggi sejak 1 April atau ketika pandemi mulai berdampak terhadap sektor penerbangan nasional,"tutur Awaluddin.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan, aktivitas di 19 bandara PT Angkasa Pura saat libur panjang 4 hari kemarin berjalan sangat lancar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Di tengah tingginya penerbangan, protokol kesehatan di tengah pandemi dapat dijalankan dengan ketat, operasional penerbangan berjalan lancar, serta pelayanan dapat dilakukan optimal di bandara PT Angkasa Pura II,” ujar Awaluddin. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓