30-8-2001: Dakwaan Genosida Menanti Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic

Oleh Hariz Barak pada 30 Agu 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 30 Agu 2020, 06:00 WIB
Eks Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic menandatangani Perjanjian Dayton
Perbesar
Eks Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic menandatangani Perjanjian Dayton (Wikipedia/US Air Force)

Liputan6.com, Den Haag - Dakwaan genosida menanti mantan presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic pada 30 Agustus 2001, usai jaksa menuduh bahwa pria itu terlibat dalam kejahatan perang yang paling serius dalam perang saudara dan perpecahan yang terjadi di bekas teritori negara federasi tersebut.

Milosevic diberitahu tentang dakwaan baru saat dia muncul di hadapan Pengadilan Kejahatan Perang Internasional di Den Haag untuk kedua kalinya, demikian seperti dikutip dari BBC On This Day, Minggu (30/8/2020).

Dia sudah menghadapi empat dakwaan terkait kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang timbul dari konflik Kosovo pada 1999.

Milosevic adalah mantan kepala negara pertama yang didakwa melakukan pelanggaran semacam itu.

Ketua jaksa pengadilan, Carla Del Ponte, mengatakan tiga amandemen dakwaan yang ada terhadapnya sedang disiapkan, meliputi dakwaan terkait konflik di Bosnia dan Kroasia, kata Del Ponte.

2 dari 3 halaman

66 Tuduhan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic (tengah). (AFP)
Perbesar
Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic (tengah). (AFP)

Slobodan Milosevic diadili pada Februari 2002 dengan 66 tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, melanggar hukum dan peraturan perang, dan genosida.

Persidangan menjadi salah satu kasus paling kompleks dalam sejarah hukum pasca perang.

Keputusan Milosevic untuk membela diri - bersama dengan kesehatannya yang buruk - semakin memperlambat proses persidangan karena kecenderungannya untuk memberikan pidato yang panjang dan menghabiskan waktu sidang yang seharusnya bisa digunakan untuk mempertanyakan saksi.

Para saksi termasuk tersangka korban kejahatan yang dipicu oleh Milosevic serta politikus Inggris Paddy Ashdown dan diplomat AS William Walker.

Pada Juli 2002 pendahulu Milosevic, Zoran Lilic, ditangkap dan diterbangkan ke Den Haag, setelah menolak perintah untuk bersaksi.

Mantan pemimpin Yugoslavia itu melancarkan pembelaannya pada Agustus 2004.

Namun, ia ditemukan tewas di selnya pada Maret 2006. Pada saat kematiannya, penuntutan telah menyelesaikan kasusnya tetapi pembelaan terus berlanjut, terganggu oleh seringnya kesehatan Milosevic yang sakit.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓