Kasus Corona COVID-19 Bertambah, Hamas Perpanjang Masa Lockdown di Jalur Gaza

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 27 Agu 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 27 Agu 2020, 17:15 WIB
Otoritas Gaza Umumkan Lockdown
Perbesar
Warga Palestina berjalan di jalan sepi di tepi pantai pada awal pemberlakukan lockdown total selama 48 jam di Kota Gaza, Selasa (25/8/2020). Lockdown dan jam malam diberlakukan di wilayah jalur Gaza menyusul terkonfirmasinya kasus Covid-19 pertamanya di sebuah kamp pengungsian. (MOHAMMED ABED/AFP)

Liputan6.com, Gaza- Kebijakan lockdown di Gaza telah diperpanjang selama 72 jam atau tiga hari oleh pemerintah yang dipimpin oleh Hamas, karena meningkatnya kasus Virus Corona COVID-19 di wilayah tersebut. 

Menurut laporan Departemen Kesehatan Gaza, wilayah itu telah mencatat 22 infeksi dan 3 kematian akibat Virus Corona COVID-19.

Sebelumnya, pada 24 Agustus, Hamas telah memberlakukan jam malam di seluruh Jalur Gaza selama 48 jam, seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (27/8/2020).

Dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19, kepala badan keamanan Hamas, Tawfiq Abu Naim, juga memberikan peringatan tentang pengeluaran langkah yang lebih ketat.

Tawfiq Abu Naim menerangkan, "Kami mungkin harus menutup seluruh permukiman dan membuat warga tetap berada di rumah mereka sambil menyediakan apa yang mereka butuhkan".

Untuk saat ini, di tengah kebijakan itu, hanya toko yang menjual bahan makanan dan apotek yang dapat dibuka.

Wilayah yang dihuni oleh dua juta penduduk itu tengah berada dalam kondisi sulit karena blokade di perbatasan yang dilakukan Mesir dan Israel.

 

2 dari 3 halaman

Jumlah Ventilator dan Kapasitas Pengujian yang Terbatas

Otoritas Gaza Umumkan Lockdown
Perbesar
Petugas keamanan Palestina menghentikan pemuda yang mengendarai sepeda pada awal pemberlakukan lockdown total selama 48 jam di Kota Gaza, Selasa (25/8/2020). Lockdown dan jam malam diberlakukan menyusul terkonfirmasinya kasus Covid-19 pertama kalinya di sebuah kamp pengungsian. (MOHAMMED ABED/AFP)

Pada 25 Agustus, WHO mengatakan bahwa fasilitas medis di Gaza dapat menangani hingga ratusan pasien. 

Tetapi jika jumlah pasien-pasien itu menembus 1.000, maka wilayah tersebut akan semakin kesulitan untuk menanganinya, mengingat bahwa mereka hanya memiliki sekitar 100 ventilator. 

Diretur Departemen Kesehatan Gaza, Yousef Abu el-Rish, menerangkan bahwa para petugas medis kini tengah berjuang untuk membatasi jumlah infeksi harian hingga kurang dari 280 orang, dengan terbatasnya kapasitas pengujian. 

Yousef Abu el-Rish juga menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk melacak sumber penularan lokal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓