Kandidat Vaksin COVID-19 China dari Sel Serangga Segera Diuji ke Manusia

Oleh Liputan6.com pada 27 Agu 2020, 18:05 WIB
Diperbarui 27 Agu 2020, 18:05 WIB
Banner Infografis Menguji Calon Vaksin Covid-19 Sinovac. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Menguji Calon Vaksin Covid-19 Sinovac. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Beijing - Ragam vaksin untuk Virus Corona COVID-19 tengah dikembangkan banyak negara di dunia.

China mengembangkan vaksin protein rekombinan yang dikeluarkan dengan izin penelitian klinis dari Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok, demikian menurut pihak pengembang vaksin, Rumah Sakit Universitas Sichuan China Barat, pada Senin 24 Agustus 2020.

Menurut tim peneliti rumah sakit tersebut, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (27/8/2020), ini akan menjadi kandidat vaksin COVID-19 pertama China yang ditanam dalam sel serangga untuk manusia.

Vaksin ini dirancang untuk memicu antibodi terhadap area tertentu pada protein lonjakan (spike) SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19.

Hasil tes pada hewan telah diterbitkan di jurnal ilmiah Nature pada 29 Juli, yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut dapat memicu respons kekebalan terhadap infeksi SARS-CoV-2 pada tikus, kelinci, dan primata non-manusia paling cepat dalam tujuh atau 14 hari setelah injeksi dosis tunggal, tanpa efek samping yang nyata.

Saksikan Juga Video Ini:


Proses Pembuatan Vaksin ke Dalam Kultur Sel Serangga

20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Menurut salah satu penulis penelitian, Wei Yuquan, peneliti senior dari laboratorium bioterapi utama nasional di rumah sakit tersebut, vaksin itu dibuat dengan memasukkan gen virus SARS-CoV-2 ke dalam kultur sel serangga, yang dapat menumbuhkan protein virus. Metode seperti ini sesuai untuk produksi vaksin dengan skala besar.

Sebelumnya, beberapa ilmuwan menggunakan sel serangga untuk mengembangkan vaksin rekombinan guna melawan kanker serviks dan influenza di negara-negara Barat, papar Wei, seraya menambahkan bahwa pendekatan ini dapat digunakan dengan aman pada manusia.

Rumah sakit yang berbasis di Chengdu itu juga bekerja sama dengan perusahaan setempat untuk merancang lini produksi vaksin.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya